Ribuan Jemaah Ponpes Wali Songo Ngabar Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan dan Korban Karhutla

beritajatim.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan jemaah memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka mengikuti salat istisqa di lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo Ngabar, Kecamatan Siman, Ponorogo. Jemaah terdiri dari santri putra dan putri, pengurus pondok, serta masyarakat sekitar. Doa bersama itu tidak hanya ditujukan untuk mengatasi kekeringan di lingkungan setempat, tetapi juga bagi saudara-saudara mereka yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu pimpinan Ponpes Wali Songo Ngabar, KH Mohammad Ihsan, mengatakan salat istisqa tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Gagasan pelaksanaannya muncul secara spontan saat pihak pondok menggelar pertemuan untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Kondisi sawah yang mulai mengering, menjadi salah satu pertimbangan utama. Terlebih, sejumlah sumber air di sekitar lahan pertanian dilaporkan sudah berhenti mengalir.

“Begitu kita mengadakan pertemuan untuk Hari Santri Nasional, kita langsung terbersit bahwa di sekitar sini, terutama sawah-sawah itu pada mengering, sumbernya berhenti, padahal mereka harus panen,” kata Ihsan, Kamis (22/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri karena air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Kekeringan tidak hanya mengancam ketersediaan air, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan keberlangsungan panen petani. Karena itu, pihak pondok merasa perlu mengajak para santri dan masyarakat untuk berdoa bersama. Harapannya, hujan segera turun, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi.

Namun, doa yang dipanjatkan dalam salat istisqa itu tidak hanya berfokus pada wilayah Ponorogo. Ponpes Wali Songo Ngabar juga memberikan perhatian kepada masyarakat di berbagai daerah yang tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Ihsan menyebut luas lahan yang terdampak karhutla di Indonesia mencapai ratusan ribu hektare, sementara sebagian titik kebakaran masih menunggu datangnya hujan. Pihaknya berharap doa tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan masyarakat terdampak.

“Kita merasa bersama-sama dengan mereka, merasakan perasaan yang sama bahwa air itu sangat dibutuhkan. Salah satu yang bisa memenuhi kebutuhan manusia itu adalah air,” ungkapnya.

Ihsan berharap hujan segera turun, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan parah dan lokasi kebakaran hutan maupun lahan yang belum padam. Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari perhatian Ponpes Wali Songo Ngabar. Melalui salat istisqa, para jemaah berusaha mengetuk pintu langit agar kondisi segera membaik.

“Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa ini,” tuturnya.

Salah satu warga Desa Ngabar, Mohammad Ulul Azmi, turut berharap salat istisqa tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat. Dia menyebut hujan sangat dibutuhkan, terlebih masih banyak saudara di berbagai daerah yang merasakan dampak kekeringan. Menurutnya, doa yang dipanjatkan bersama menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT. Dia juga berharap masyarakat di wilayah terdampak karhutla, termasuk Kalimantan, segera mendapatkan hujan.

“Sholat istisqo pagi ini sebenarnya kami juga meminta kepada Allah, supaya kita diberikan kenikmatan berupa hujan,” kata Ulul Azmi.

Dia menjelaskan, jemaah yang mengikuti salat istisqa berasal dari kalangan santri, pengurus pondok, serta masyarakat sekitar Ngabar. Terkait kemungkinan pelaksanaan salat istisqa kembali apabila hujan belum turun, Ulul Azmi menyebut keputusan tersebut menunggu arahan pimpinan pondok. [end/aje]

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Film Neorealisme Italia Terbaik Sepanjang Masa Paling Menguras Emosi
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
2 Orang Tewas Imbas Ladang Minyak Shaybah Milik Aramco Diserang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Hadir di SEAMEO Executive Meeting, UMS Dorong SEA Teacher Cetak Calon Guru Global
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Seimbangkan Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.