Jakarta, VIVA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bocorkan sejumlah faktor yang mendorong turunnya angka kemiskinan di Ibu Kota menjadi 3,96 persen. Hal ini diucapkan Staf Khusus Gubernur, Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) saat dihubungi awak media, pada Kamis (22/10/2026).
Bahkan Chico Hakim mengungkapkan, faktornya itu dari program bantuan sosial hingga pelatihan kerja.
"Data yang disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta. Menurut BPS, persentase penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,96 persen, atau setara sekitar 432.620 orang. Angka ini turun dari September 2025 yang sebesar 4,03 persen (sekitar 439.120 orang). Dengan demikian, ini memang pertama kalinya dalam catatan BPS angka kemiskinan Jakarta berada di bawah 4 persen," kata Chico Hakim.
Bahkan ia juga jelaskan, bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut tidak terjadi tiba-tiba.
Kata dia, ada sejumlah hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui program bantalan sosial.
"Salah satu faktor penting adalah keberadaan bantalan sosial yang terus dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk melindungi warga rentan dan mencegah mereka jatuh kembali ke bawah garis kemiskinan. Program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) membantu memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan tinggi," bebernya.
"Selain itu, bantuan biaya pendidikan untuk sejumlah sekolah swasta juga memperluas akses pendidikan tanpa membebani ekonomi keluarga," lanjutnya.
Kemudian, Chico Hakim mengatakan pihaknya juga memberi bantuan sosial langsung kepada masyarakat. Termasuk, kata dia, akses layanan kesehatan hingga program perumahan seperti rusun.
"Ketika kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal lebih terjangkau, daya beli rumah tangga menjadi lebih stabil dan peluang untuk naik kelas menjadi lebih terbuka," ucapnya.
Lebih lanjut, Chico Hakim menyebut Pemprov DKI Jakarta juga mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan.
Dia membeberkan perhatian terhadap ketenagakerjaan juga membantu menurunkan angka kemiskinan.
"Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 5,79 persen pada Mei 2026, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja naik menjadi 66,05 persen. Program Mobile Training Unit (MTU) yang bekerja sama dengan sekitar 214 perusahaan turut berperan dalam meningkatkan keterampilan warga-mulai dari tata rias, menjahit, hingga bahasa asing-sehingga lebih siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha," ujarnya.





