Probolinggo: PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol memberlakukan pengalihan lalu lintas sementara di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo pada segmen Gerbang Tol (GT) Probolinggo Barat hingga GT Probolinggo Timur. Kebijakan ini berlaku mulai Senin, 19 Oktober 2026, pukul 18.00 WIB, hingga Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 18.00 WIB, atau menyesuaikan kondisi di lapangan.
Mengutip pengumuman melalui akun Instagram @pasprojalantol, pengalihan tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan pertahanan negara. Ruas yang terdampak mencakup GT Probolinggo Barat di KM 829+000 hingga GT Probolinggo Timur di KM 841+200.
Selama pengalihan berlangsung, akses di kedua gerbang tol dibatasi berdasarkan arah perjalanan. GT Probolinggo Barat hanya melayani kendaraan menuju Surabaya atau Pasuruan, sedangkan GT Probolinggo Timur hanya melayani kendaraan menuju Paiton atau Gending.
Pengguna Jalan Diimbau Gunakan Jalur AlternatifPengelola Tol Pasuruan-Probolinggo mengimbau pengguna jalan yang hendak bepergian menuju Banyuwangi maupun Surabaya dan Jakarta untuk menyesuaikan rencana perjalanan dengan ketentuan pengalihan lalu lintas tersebut.
Pengguna jalan juga diminta mempertimbangkan jalur alternatif non-tol selama pengalihan berlangsung. Selain itu, pengendara perlu mengikuti rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pengaturan lalu lintas sementara tersebut. Pengguna jalan diharapkan memperhatikan informasi terbaru dari pengelola tol sebelum memulai perjalanan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Atas perhatian, pengertian, dan kerja sama para pengguna jalan, kami sampaikan terima kasih," tulis di akun resmi @pasprojalantol.
Baca Juga :
TNI AU Uji Tol Paspro Jadi Landasan Alternatif Pesawat Tempur
Dari sejumlah video yang beredar, sejumlah pesawat milik TNI-AU terbang rendah di atas jalan tol Rencananya, ruas jalan tol segmen Gerbang Tol (GT) Probolinggo Barat hingga GT Probolinggo Timur itu akan dijadikan uji coba landasan pacu darurat.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan uji coba tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional serta kemampuan memanfaatkan infrastruktur jalan tol sebagai landasan alternatif dalam kondisi tertentu.
"Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara," katanya.
Ruas Jalan Tol Pemalang-Batang. Foto: dok Waskita Karya.
Tonny menyatakan, uji coba di ruas Tol Paspro yang memiliki lebar ruas 24 meter tersebut menggunakan dua pesawat jenis Embraer EMB-314 Super Tucano yang bermarkas di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, serta dua pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi, Madiun.
Ia menjelaskan kegiatan itu merupakan uji coba kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026. Ia menegaskan pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif bersifat terbatas dan situasional, sehingga fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat serta aspek keselamatan pengguna jalan dan kepentingan publik tetap menjadi prioritas.




