Jakarta, CNBC Indonesia - Para pencari kerja kalangan muda berbondong-bondong menghadiri bursa lowongan kerja (job fair) yang digelar di Smesco pada Kamis (22/10/2026). Bahkan, para pencari kerja rela mengantri dengan panjang sembari berharap mendapatkan pekerjaan di job fair tersebut.
Di dalam area pameran, kondisi tak kalah padat. Para pencari kerja berkerumun di sejumlah booth perusahaan untuk menyerahkan berkas lamaran. Banyak dari mereka mengeluhkan sulitnya mendapat pekerjaan untuk saat ini. Bahkan, ada pencari kerja yang sudah mendatangi beberapa job fair sebelumnya, namun harapan terus pupus.
Salah satunya yakni Fahmi, pemuda berusia 32 tahun, menghadiri job fair di Smesco karena mencoba peruntukannya untuk mendapatkan pekerjaan. Dia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena efisiensi di sebuah perusahaan perhotelan.
"Saya ke job fair ini karena memang butuh pekerjaan, karena saya terkena efisiensi, sebelumnya saya bekerja sebagai bartender di sebuah hotel," kata Fahmi saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis (22/10/2026).
Selama setahun lebih, Ia terus mencoba untuk mengirimkan lamaran kerjanya melalui lowongan online. Namun setelah mengirimkan lamaran hingga lebih dari 10 kali, tak kunjung ada panggilan wawancara.
"Saya sudah kirim lamaran, mungkin lebih dari 10 kali, tapi belum ada yang berhasil satu pun," terang Fahmi.
Bahkan, dirinya sudah mengikuti job fair lainnya sebanyak dua kali, di mana sebelumnya juga sempat datang di job fair Smesco.
"Kalau ke job fair, selain yang ini, juga pernah sekali di Smesco juga, tapi waktu itu job fairnya bersama Jepang gitu, cuma ya belum ada panggilan wawancara juga," ujarnya.
Begitu juga Zidan, pemuda usia 29 tahun mengaku sudah beberapa kali mendatangi job fair yang berbeda selama dua tahun terakhir. Namun, belum ada panggilan wawancara hingga hari ini.
"Saya sudah berkali-kali datang ke job fair, yang di Jakarta, termasuk yang ini sudah, yang daerah lain dekat Jakarta sudah, tapi nyatanya, sampai sekarang belum ada yang kepanggil wawancara dari lamaran saya, wawancara lho ya," kata Zidan.
Dia mengaku persyaratan yang ada di lowongan kerja juga semakin berat, di tambah persaingan juga semakin ketat.
"Syaratnya itu lho, kan saya bekerja di pelayanan, kadang ada syarat berpenampilan menarik itu memberatkan banget, usia juga, beberapa lowongan justru wajibnya usia di bawah 25 tahun, sedangkan saya 29 tahun, susah donk," ungkap Zidan.
(chd/wur)




