Komnas Anak Ngaku Tak Bela Sarwendah, Singgung Postingan Ruben Onsu yang Terkesan Menyudutkan

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Komnas anak mengaku tak bela Sarwendah. Agustinus Sirait menyinggung postingan Ruben Onsu yang Terkesan menyudutkan.

Perseteruan panas antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini merembet hingga ke ranah Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Berniat menjembatani hubungan demi kepentingan buah hati mereka, akun media sosial lembaga negara tersebut justru dibanjiri komentar negatif dari warganet usai menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu.

Baru-baru ini, Komnas anak tak bela Sarwendah. Agustinus Sirait menyinggung postingan Ruben Onsu yang Terkesan menyudutkan.

Sebelumnya, Sarwendah telah mengajukan pengaduan secara resmi kepada Komnas PA terkait persoalan hak asuh anak yang melibatkan dirinya dan Ruben Onsu. Pengaduan tersebut dilakukan dengan tujuan agar kondisi psikologis serta proses tumbuh kembang anak-anak mereka mendapat perhatian di tengah persoalan rumah tangga yang berakhir dengan perpisahan.

Menanggapi berbagai kritik dan tuduhan yang ditujukan kepada lembaganya, Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers pada Rabu (21/10/2026). Agustinus mengungkapkan bahwa akun media sosial Komnas PA dibanjiri komentar bernada negatif setelah lembaga tersebut menggelar konferensi pers sebelumnya.

"Semenjak press conference yang lalu, akun sosmed kita banyak diserang dengan komen-komen yang sangat menyudutkan," kata Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, dalam konferensi pers pada Rabu (21/10/2026), dikutip dari Youtube Reyben Entertainment.

Dugaan keberpihakan tersebut mencuat setelah video Agustinus yang melontarkan pujian kepada Pablo Benua, pengacara Sarwendah, tersebar luas di media sosial. Ruben Onsu ikut menanggapi rekaman itu dan menganggap sikap Komnas PA menunjukkan kecenderungan mendukung pihak mantan istrinya.

Agustinus lantas menjelaskan tanggapan Ruben terhadap video tersebut, yang menurutnya berujung pada pemahaman keliru mengenai sikap dan posisi lembaga yang dipimpinnya.

"Namun direspons sama RO sendiri, bahwa kami dianggap berpihak dengan memperlihatkan video saya memuji Pablo," bebernya.

Agustinus menyayangkan munculnya penilaian yang hanya berpatokan pada cuplikan video berdurasi singkat tanpa memahami maksud serta inti dari pernyataan yang disampaikan secara utuh. Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan penghargaan kepada siapa pun yang turut menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap hak-hak anak.

"Kayaknya terlalu dangkal penilaiannya hanya dengan melihat video statement saya.

 Baca Juga: Aksi Chika Jessica Suapi Thayaka Anak Ruben Onsu Tuai Pujian, Netizen Ikut Baper sampai Doakan Berjodoh

 

"Siapapun yang punya statement anak tidak boleh dipisahkan dari orang tuanya, pasti kami apresiasi," tegas Agustinus.

Lebih lanjut, ia meminta publik maupun pihak-pihak terkait untuk menghentikan narasi yang menyudutkan karena dampak jari warganet dapat melukai psikologis anak-anak yang sedang menjadi korban situasi ini.

"Tolong hentikan dari sekarang, karena apa? Ada anak-anak yang menjadi korban atas ketikan tanganmu, atas ketikan jarimu," kecamnya.

Di akhir penjelasannya, Agustinus menegaskan bahwa Komnas PA bersikap independen dan tidak pernah memihak kepada kepentingan orang dewasa manapun. Fokus utama lembaga tersebut murni demi melindungi hak-hak anak yang terdampak perselisihan.

"Kami tidak pernah berada di sisi orang dewasa," ujar Agustinus.

"Namanya perlindungan anak, ya khusus anak. Fokus kami hanya pada perlindungan anak," pungkas Agustinus.

Di kesempatan berbeda, Minola, selaku kuasa hukum Ruben Onsu, sempat mempertanyakan alasan dan urgensi Komnas Anak mengadakan konferensi pers tersebut. Menurutnya, saat itu Komnas Anak baru menerima pengaduan dari satu pihak, yakni Sarwendah.

Di sisi lain, lembaga tersebut belum mendengarkan secara langsung penjelasan Ruben terkait laporan yang disampaikan oleh mantan istrinya itu.

Minola pun mengkritik langkah yang diambil Komnas Anak. Ia menilai lembaga independen tersebut semestinya mengedepankan pendekatan yang lebih bijaksana dan tertutup dalam menangani persoalan semacam ini.

"Kenapa Komnas Anak memilih presscon, apa urgensinya? Kenapa nggak mendamaikan dengan cara elegan, tertutup, mengundang Ruben dan mencoba mencari solusinya," jelasnya, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut, pihak Ruben membahas soal kecurigaan adanya subjektivitas dari reaksi Komnas Anak.

 Baca Juga: Sarwendah Tawarkan Jalan Damai, Minola Sebayang Serahkan Keputusan Akhir kepada Ruben Onsu

 

"Karena kalau mengenai masalah opini disampaikan ke publik karena ada laporan dari salah satu pihak. Itu bisa saja orang curiga itu subjektivitas," tambahnya.

Minola menegaskan bahwa Komnas Anak seharusnya tetap bersikap netral dan berupaya menjadi penengah dalam menyelesaikan persoalan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Menurutnya, daripada menggelar konferensi pers yang justru berpotensi memperluas persoalan, Komnas Anak semestinya mengambil langkah yang lebih bijak dengan meredakan situasi dan mengupayakan penyelesaian secara damai.

"Kenapa mendahului informasi itu untuk menjembatai sebagai orang tengah yang Netral untuk menjembatain diadakan pertemuan dengan Ruben, ingin objektivitas mendengar dari Ruben. Karena dari pihak sana sudah menyampaikan laporan, baru menjembatain. Kenapa malah presscon secara khusus. Meskipun itu haknya mereka, apa urgensinya apa, katanya mau masalah ini tenang di ruang publik?" tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Drama Nusron Wahid: Ditunggu di Gedung KPK, Muncul di Istana
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Sertifikasi Halal 2026 Berlaku, Pengusaha Perlu Siapkan 4 Hal Ini
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Dian Sandi Ungkap Kronologi Dapat Ijazah Jokowi hingga Diunggah ke Medsos
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Lele Milik Warga Bogor
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.