Pacitan, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih sebagai upaya penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah pada 2026 termasuk di Kabupaten Pacitan.
Di Pacitan, penyaluran bantuan air bersih ini salah satunya dilaksanakan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo.
Novianti, warga setempat menyebutkan, kekeringan yang berkepanjangan membuat sejumlah sumber mata air dan sumur warga mengering. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, sehingga distribusi air menggunakan tangki masih menjadi salah satu langkah penanganan darurat.
“Sumber mata air sudah banyak yang mengering. Kalau tidak ada bantuan ya warga harus beli air bersih untuk masak dan minum,” jelasnya.
Khofifah mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih sebagai upaya mendorong dan melapisi penanganan kedaruratan bencana kekeringan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten setempat.
“Pemprov hanya melapisi, memperkuat penanganan dampak kekeringan di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Pacitan,” terangnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo, mengatakan kunjungan gubernur tersebut juga berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, penanganan kekeringan di Pacitan terus diperkuat melalui dukungan anggaran dari pemerintah provinsi. Hingga November 2026, kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih di wilayah tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp3,8 miliar.
“Dropping air bersih di Pacitan sudah sangat meluas. Kami juga sudah mendorong dukungan anggaran dari provinsi, dengan total kebutuhan hampir Rp3 miliar sampai November nanti,” ujarnya.
Tak hanya mendistribusikan air bersih, BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan sarana pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan. Bantuan tersebut berupa tandon air, terpal, hingga jeriken yang dapat digunakan warga untuk menampung dan menyimpan persediaan air.
Di Desa Kasihan, penanganan kekeringan juga dilakukan melalui program pipanisasi. Satriyo menjelaskan, wilayah tersebut masih memiliki sumber mata air dengan debit yang cukup baik untuk dimanfaatkan dan dialirkan kepada masyarakat terdampak.
“Di Desa Kasihan ini ada sumber mata air yang debitnya masih bagus. Sumber tersebut akan kita alirkan ke desa-desa untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan,” tambah Satriyo.




