Menlu RI Minta WNI Tak Ikut-ikutan Demonstrasi di Luar Negeri

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Arrmanatha Nasir Menteri Luar Negeri (Menlu) RI mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) di Eropa agar tidak ikut terlibat dalam demonstrasi maupun kegiatan politik di tengah gelombang protes besar-besaran yang terjadi di sejumlah negara.

Arrmanatha meminta WNI lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Hal itu mengingat sejumlah demonstrasi di Prancis dan Belgia yang belakangan berujung kerusuhan.

“Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa, kami meminta mereka untuk berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana,” kata Arrmanatha seusai pertemuan bilateral dengan Penny Wong Menteri Luar Negeri Australia di Jakarta, Kamis (22/10/2026) dikutip Antara.

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui perwakilan Indonesia di sejumlah negara Eropa terus memantau perkembangan situasi keamanan.

Sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) juga telah mengeluarkan imbauan kepada WNI, agar tetap waspada dan menghindari kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Arrmanatha meminta WNI yang sedang berada di luar negeri untuk tetap fokus pada aktivitas masing-masing, baik bekerja maupun menempuh pendidikan. Selain itu, WNI diimbau rutin memantau informasi keamanan dari KBRI dan mengikuti arahan pemerintah setempat.

Sebagai informasi, gelombang demonstrasi di Eropa bermula dari Prancis ketika pelajar SMA dan mahasiswa memprotes menurunnya kualitas pendidikan serta tingginya biaya hidup.

Aksi tersebut kemudian meluas menjadi protes besar-besaran di berbagai wilayah Prancis pada, Sabtu (17/10/2026). Sejumlah demonstrasi berujung bentrokan dengan polisi, pembakaran bangunan, hingga perusakan fasilitas publik.

Di Kota Limoges, massa dilaporkan membakar gedung balai kota bersejarah. Sementara sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota lainnya juga menjadi sasaran perusakan.

Laurent Nunez Menteri Dalam Negeri Prancis menyebut lebih dari 2.500 orang telah ditangkap sejak gelombang kerusuhan berlangsung pada akhir pekan lalu.

Pemerintah Prancis memperkirakan sekitar 550 ribu orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah, termasuk 110 ribu orang di Paris.

Gelombang protes juga meluas ke Belgia, terutama di wilayah yang menggunakan bahasa Prancis. Pada Sabtu (17/10/2026), polisi Belgia menangkap 195 orang dalam demonstrasi menentang kebijakan pendidikan dan pemangkasan anggaran di Brussel dan Liege.

Sejumlah penangkapan berkaitan dengan dugaan pelemparan benda ke arah petugas, perlawanan saat penangkapan, hingga pembakaran yang disengaja. (ant/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabag Ops Polres Barito Kuala Ungkap Kondisi Kebakaran di Barito Kuala yang Dekati Permukiman
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Bangunan Bersejarah Dibakar Perusuh, Perempuan Prancis Mengecam: Masalah Imigrasi Sedang Menghancurkan Negara Kami
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Viral Video Anak Diperlakukan Kasar Orang Tua di Dalam Lift, Warganet Malaysia Ramai-Ramai Bereaksi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Rp1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Investor Cermati Sektor Teknologi, Bursa Asia Dibuka Bervariasi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.