REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG— Program Amal Vokasi, kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Ruang Amal Indonesia kembali menunjukkan capaian positif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri.
Sebanyak 45 dari 50 peserta pelatihan menjahit garmen dan apparel atau mencapai 90 persen yang mengikuti pelatihan pasa 10-15 Agustus 2026 di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal tersebut kini telah bekerja di perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Kendal.
Baca Juga
Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
14 Abad Silam Alquran Isyaratkan Bentuk Bumi Bulat Bukan Datar, Bantah Argumentasi Ateis
Adapun dua peserta atau sebanyak 4 persen, kini telah aktif berwirausaha dalam bidang jahit.
Capaian ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja dapat membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat program zakat (mustahik).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas atas kepercayaan dan kolaborasi dalam penyelenggaraan program tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kendal atas kolaborasi yang telah terjalin dalam pelaksanaan Program Amal Vokasi di Kendal. Capaian 94 persen ini merupakan hasil yang patut kita syukuri bersama,” kata dia, kepada media di Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, program ini menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola secara produktif untuk membuka akses keterampilan, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Slamet juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil memperoleh pekerjaan di perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Kendal dan juga kepada yang telah aktif berwirausaha.
Dia berharap pekerjaan tersebut menjadi awal dari perjalanan baru untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.
“Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” kata dia menambahkan.
Adapun tiga peserta lainnya yang belum mendapatkan pekerjaan, saat ini masih menunggu panggilan dari perusahaan dan akan terus didampingi.