Rela Rantau dari Jambi ke Malang, Ababilah Incar Panggung PFL

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ada mimpi yang membuat seseorang berani pergi jauh dari rumah. Bagi Ahmad Ruziq Ababilah, mimpi itu bernama sepak bola dan futsal. Demi mengejarnya, ia meninggalkan Jambi, menempuh pendidikan menengah di Jombang, Jawa Timur, sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Malang (UM).

Namun, perjalanan student-athlete futsal UM yang akrab disapa Amay itu tak selalu berjalan mulus. Ia pernah dicoret dari tim Porprov Malang, kehilangan semangat, hingga harus menerima kenyataan bahwa dirinya belum cukup siap ketika mendapat kesempatan bermain di level profesional.

Meski begitu, Amay memilih bertahan. Ia kembali berlatih, belajar dari kegagalan, dan perlahan membangun jalan menuju mimpinya.

Upayanya untuk terus menekuni futsal mulai membuahkan hasil. Terbaru, Amay sukses membawa tim futsal putra UM melaju ke final Campus League Futsal Regional Surabaya sekaligus mengamankan tiket ke babak The Nationals.

Namun, Amay tak ingin cepat berpuas diri. Ia masih mengincar panggung yang lebih besar, yakni Pro Futsal League (PFL), kompetisi tertinggi futsal nasional. Baginya, kesempatan bermain di level tersebut menjadi salah satu target yang ingin diwujudkan setelah melewati berbagai proses panjang.

“Pokoknya saya bisa main reguler dulu di PFL 2, baru PFL 1. Itu baru pencapaian terakhir di tim nasional, target utama saya,” kata Amay, yang kini menginjak semester lima, saat berbincang dengan Campus Sport Indonesia di GOR Pertamina ITS, Surabaya, Senin (19/10).

Futsal, Jalan Hidup Baru

Sebelum mengenal futsal, sepak bola lebih dahulu menjadi bagian dari kehidupan Amay. Sejak tinggal di Jambi, ia sudah menaruh minat pada olahraga yang dimainkan di lapangan besar tersebut.

Futsal baru mulai ia tekuni ketika merantau ke Jombang untuk menempuh pendidikan SMA sekaligus menjalani kehidupan di lingkungan pondok pesantren. Sejak kelas satu SMA, ia mulai serius mengasah kemampuan bermain futsal hingga lulus.

Keputusannya beralih dari sepak bola ke futsal juga dipengaruhi oleh pandangannya terhadap persaingan di dunia sepak bola. Menurut Amay, kesempatan untuk berkembang di sepak bola terasa sulit apabila seorang pemain tidak memiliki jaringan atau kenalan yang memadai. Ia pun mencoba membuka jalan lain melalui futsal, tanpa sepenuhnya meninggalkan kecintaannya pada sepak bola.

“Makanya saya kayak berpikiran, alah kita nyoba bergeser ke futsal, siapa tahu rezeki kita di futsal,” ujar Amay.

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan ke UM. Di Malang, Amay kembali mengasah kemampuan sekaligus mencoba menapaki kompetisi yang lebih tinggi. Namun, langkah awalnya justru diwarnai pengalaman yang sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Amay sempat mengikuti proses menuju Porprov bersama tim Malang. Sayangnya, menjelang akhir, namanya dicoret dari tim. Kejadian itu membuatnya kecewa hingga muncul keinginan untuk berhenti bermain futsal.

Di tengah keraguan tersebut, kepercayaan seorang pelatih di sebuah tim di Malang menjadi titik balik. Sang pelatih melihat potensi dalam diri Amay dan menyemangatinya untuk tidak menyerah. Kepercayaan itu perlahan menumbuhkan kembali motivasinya untuk terus berjuang.

Kesempatan baru pun datang ketika Amay mengikuti Liga Nusantara (Linus) bersama Elano FC, tim yang juga mentas di PFL 2. Meski belum langsung mendapat tempat di susunan pemain utama, ia berusaha menjadikan pengalaman tersebut sebagai ruang belajar.

“Saya berpositif lah, ini awal kayak ini saya belajar di sini,” kata Amay.

Dari Bangku Cadangan ke Panggung PFL 2

Setelah menjalani proses bersama Elano FC, kesempatan yang dinantikan Amay akhirnya datang. Ia mengikuti seleksi PFL 2 dan terus menambah porsi latihan secara mandiri. Usahanya berbuah kesempatan tampil bersama Elano FC Tuban di PFL 2 pada 2026.

Pengalaman tersebut menjadi pencapaian tertinggi Amay sejauh ini. Ia merasakan atmosfer kompetisi profesional yang berbeda dari pertandingan yang biasa dijalaninya di tingkat sekolah maupun antar-kampus.

“Dan akhirnya setahun kemudian itu ada seleksi PFL 2. Saya kayak latihan terus setiap hari, nambah (latihan) sendiri, dan akhirnya ketika di PFL 2, ada rezeki saya di PFL 2 tersebut,” tuturnya.

Di PFL 2, Amay menyadari bahwa kemampuan teknik saja tidak cukup. Intensitas pertandingan yang tinggi menuntut pemain mengambil keputusan dengan cepat, memahami strategi pelatih, serta menjaga kondisi fisik dan mental sepanjang pertandingan.

Ia juga sempat merasa minder ketika harus bersaing dengan pemain-pemain yang memiliki pengalaman lebih banyak, termasuk mereka yang pernah tampil di PFL 1 maupun membela timnas.

Pengalaman dicoret dari Porprov Malang kembali membayangi pikirannya. Ia mempertanyakan kapasitas dirinya ketika berada di antara pemain-pemain yang telah lebih dahulu merasakan kompetisi tingkat tinggi.

Namun, pengalaman tersebut justru memberinya pelajaran penting tentang kepercayaan diri. “Walaupun kita mempunyai kemampuan yang misalnya udah lebih, tapi kalau mentalnya kita kurang, itu sama aja kita enggak bisa apa-apa di sana,” ujar Amay.

Bagi pemain muda seperti dirinya, PFL 2 bukan hanya kesempatan untuk bermain di level profesional. Kompetisi itu juga menjadi cermin untuk melihat kekurangan yang harus diperbaiki jika ingin melangkah lebih jauh.

Menyelesaikan Kuliah, Menyiapkan Langkah Berikutnya

Di luar perjalanan profesionalnya, Amay masih memiliki tanggung jawab sebagai mahasiswa UM. Ia menyadari bahwa perjalanan menuju level tertinggi membutuhkan persiapan matang. Karena itu, ia berencana menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum lebih fokus mengejar karier futsal.

“Target saya tuh, insyaAllah, kita menyelesaikan kuliah dulu. Habis udah lulus, dua tahun atau tiga tahun, baru saya mengejar di futsal ini,” katanya.

Keputusan tersebut bukan berarti ia mengendurkan ambisi. Sebaliknya, Amay ingin menata prioritas agar bisa memberikan perhatian lebih besar pada karier profesionalnya setelah menyelesaikan kuliah.

Target terdekatnya adalah menembus PFL 1. Ia bahkan sudah memiliki klub impian yang ingin dibelanya, yakni Unggul FC yang berbasis di Kota Malang. Setelah itu, ia berharap bisa terus berkembang hingga mencapai cita-cita tertingginya: memperkuat Timnas Futsal Indonesia.

“Semua pemain tuh bercita-cita untuk masuk timnas. Itu target utama saya. Tapi ya balik lagi, minimal saya bisa main di PFL 2 dulu, baru PFL 1,” ucapnya.

Sembari mempersiapkan langkah berikutnya, Amay terus menambah porsi latihan secara mandiri. Ia memahami bahwa keinginan bermain di level lebih tinggi harus disertai peningkatan kemampuan yang nyata.

Bersama UM, ia juga memiliki target yang tak kalah penting. Keberhasilan melaju ke final Campus League Futsal Regional Surabaya menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa timnya mampu bersaing dan tidak layak dipandang sebelah mata.

Tak hanya mengantarkan UM ke babak The Nationals, Amay juga menorehkan pencapaian individu dengan menjadi top scorer regional berkat tujuh gol yang dicetaknya sepanjang turnamen. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti perkembangan Amay setelah melewati masa-masa sulit dalam perjalanan futsalnya. Meski begitu, ia masih memiliki banyak hal yang ingin diraih.

Dari Jambi ke Jombang, lalu ke Malang, Amay terus membawa mimpi yang sama. Ia pernah dicoret dari tim, kehilangan semangat, duduk di bangku cadangan, hingga merasa tak pede ketika berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman. Namun, semua itu tidak membuatnya berhenti melangkah.

Kini, ia memilih untuk terus berlatih sambil menyelesaikan pendidikannya. Sebab, bagi Amay, perjalanan menuju panggung PFL 1 tidak harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, perjalanan itu justru dibangun dari keberanian untuk mencoba lagi hal-hal kecil setelah mengalami kegagalan. Dan selama kesempatan itu masih terbuka, Amay ingin terus memperjuangkannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Liga Champions Hingga Matchday Ketiga
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Anthropic Luncurkan Agen AI Claude Duet untuk Saingi Muse dari Meta
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
2 Orang Tewas Imbas Ladang Minyak Shaybah Milik Aramco Diserang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Trade Expo Indonesia, 16 UMK Binaan Rumah BUMN Gunungkidul Didorong Tembus Pasar Global
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menko Polkam Dudung: Transformasi Digital Harus Diimbangi Penguatan Keamanan Siber
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.