Indramayu (ANTARA) - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memastikan pondok pesantren di seluruh Indonesia memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan para santri.
Wamenag di Indramayu, Jawa Barat, Kamis, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kebutuhan santri, sehingga Kementerian Agama turut mengawal pelaksanaan program tersebut di lingkungan pesantren.
"Saat ini Presiden memberikan perhatian penuh, maka saya sebagai Wakil Menteri Agama dipanggil khusus untuk memastikan agar tidak ada pesantren di tanah air ini yang belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Menurut dia, pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang dan kesehatan fisik santri selama menjalani pendidikan di pondok pesantren.
Selain pemenuhan gizi, kata dia, pemerintah menjalankan program ruang aman dan nyaman bagi anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren.
Baca juga: Wamenag: Program MBG telah menjangkau 6,3 juta siswa dan santri
Ia menegaskan pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk menimba ilmu, sehingga perlindungan terhadap mereka perlu menjadi perhatian pengelola lembaga pendidikan.
Wamenag juga mengemukakan pemerintah memberikan perhatian terhadap kemandirian ekonomi santri melalui kemudahan akses permodalan bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha mandiri.
Ia menilai pengembangan kewirausahaan santri dapat diarahkan ke berbagai sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, dan kelautan, sehingga lulusan pesantren memiliki peluang untuk membangun usaha.
Lebih lanjut, Wamenag menekankan pengembangan pesantren perlu mencakup pendidikan, perlindungan santri, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi agar lembaga tersebut mampu melahirkan generasi yang mandiri dan berkontribusi bagi bangsa.
Baca juga: Wamenag: Program MBG dibutuhkan pesantren dan pendidikan keagamaan
“Pesantren juga diharapkan mampu melahirkan entrepreneur di bidang-bidang pertanian, di bidang peternakan, di bidang kelautan, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Wamenag di Indramayu, Jawa Barat, Kamis, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kebutuhan santri, sehingga Kementerian Agama turut mengawal pelaksanaan program tersebut di lingkungan pesantren.
"Saat ini Presiden memberikan perhatian penuh, maka saya sebagai Wakil Menteri Agama dipanggil khusus untuk memastikan agar tidak ada pesantren di tanah air ini yang belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Menurut dia, pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang dan kesehatan fisik santri selama menjalani pendidikan di pondok pesantren.
Selain pemenuhan gizi, kata dia, pemerintah menjalankan program ruang aman dan nyaman bagi anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren.
Baca juga: Wamenag: Program MBG telah menjangkau 6,3 juta siswa dan santri
Ia menegaskan pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk menimba ilmu, sehingga perlindungan terhadap mereka perlu menjadi perhatian pengelola lembaga pendidikan.
Wamenag juga mengemukakan pemerintah memberikan perhatian terhadap kemandirian ekonomi santri melalui kemudahan akses permodalan bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha mandiri.
Ia menilai pengembangan kewirausahaan santri dapat diarahkan ke berbagai sektor produktif, seperti pertanian, peternakan, dan kelautan, sehingga lulusan pesantren memiliki peluang untuk membangun usaha.
Lebih lanjut, Wamenag menekankan pengembangan pesantren perlu mencakup pendidikan, perlindungan santri, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi agar lembaga tersebut mampu melahirkan generasi yang mandiri dan berkontribusi bagi bangsa.
Baca juga: Wamenag: Program MBG dibutuhkan pesantren dan pendidikan keagamaan
“Pesantren juga diharapkan mampu melahirkan entrepreneur di bidang-bidang pertanian, di bidang peternakan, di bidang kelautan, dan lain sebagainya,” tuturnya.





