CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dua kali Alex Martins berdiri di titik putih, dua kali pula Ardiansyah membuatnya pulang dengan tangan kosong.
Kiper PSM Makassar itu menjadi sosok paling menentukan dalam kemenangan 1-0 atas Persebaya Surabaya pada pekan ke-6 Super League 2026/27, di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10).
Ujian Ardiansyah sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum drama penalti. Sejak kick-off, kedua tim saling jual beli serangan, dan lini belakang Persebaya kewalahan menghadapi kecepatan winger PSM, Rizky Eka dan Luka Bulatovic.
Namun, setelah turun minum, arah permainan berbalik. Bajul Ijo mengambil alih kendali dan berulang kali menggedor pertahanan tuan rumah.
Di tengah tekanan itu, Ardiansyah tampil sigap. Ia memotong umpan silang lawan sebelum sempat menjangkau pemain Persebaya, memblok sejumlah tembakan, dan menangkap sepakan keras Tony Firmansyah dari luar kotak penalti pada menit ke-49.
Ketika tendangan Alex Martins pada menit ke-62 membentur mistar, gawang PSM masih selamat.
Pertahanan yang kokoh itu berbuah gol pada menit ke-74. Umpan silang Lars Veldwijck dari sisi kiri salah diantisipasi bek Persebaya, Yuran Fernandes, yang sapuannya justru bersarang ke gawang sendiri. PSM unggul 1-0.
Persebaya tak menyerah, dan kesempatan emas datang di masa injury time. Pada menit 90+3, wasit Yudi Nurcahya menunjuk titik penalti setelah meninjau VAR, sekaligus mengganjar bek PSM Agung Mannan dengan kartu merah langsung.
Stadion menahan napas. Alex Martins maju sebagai eksekutor, dengan Ardiansyah sebagai satu-satunya penghalang.
Sepakan mendatar Alex terbaca. Ardiansyah bergerak ke arah yang tepat dan menepis bola, menggagalkan peluang Persebaya menyamakan kedudukan.
Namun, drama belum selesai. Wasit memerintahkan penalti diulang karena Ardiansyah dinilai bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang.
Tekanan pun menumpuk di pundaknya. Alex kembali menjadi algojo dan mengarahkan bola ke sisi yang serupa, tetapi Ardiansyah sudah menunggu di sana.
Penyelamatan kedua itu memupus harapan Persebaya mencuri poin di Parepare.
Dengan 10 pemain, PSM bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini memperpanjang tren positif Pasukan Ramang menjadi dua kemenangan beruntun setelah sebelumnya menaklukkan PSIM Yogyakarta 2-1.
Hasil ini juga menjadi kemenangan kandang pertama PSM musim ini. PSM naik ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan delapan poin, sedangkan Persebaya turun ke posisi kesembilan dengan sembilan poin.
Bagi Ardiansyah, malam itu mungkin akan dikenang lama. Di bawah sorotan lampu stadion dan tatapan ribuan pasang mata, ia berdiri sendirian di antara harapan Persebaya dan kebahagiaan publik Parepare.
Dua kali bola datang, dua kali ia menjawabnya dengan keberanian.
Dari tangannya, tiga poin pertama di kandang itu terjaga, dan sebuah malam yang nyaris berakhir pahit berubah menjadi kenangan manis bagi seluruh pendukung Pasukan Ramang.




