Bahlil Siapkan Pusat Hilirisasi Petrokimia Berbasis Gas di Kalimantan Timur

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Pengembangan industri petrokimia di daerah penghasil gas diperlukan demi menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Bahlil Siapkan Pusat Hilirisasi Petrokimia Berbasis Gas di Kalimantan Timur (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur dengan memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku. 

Bahlil mengatakan, pengembangan industri petrokimia di daerah penghasil gas diperlukan demi menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Baca Juga:
Stimulus Ekonomi Semester II-2026 Meluncur, Suku Cadang Pesawat dan LPG Petrokimia Bebas Bea Masuk

"Kita akan membangun pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur dengan mempergunakan bahan baku dari gas," kata Bahlil saat meresmikan Penerimaan Gas JNE #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan MAHA- South Hub, Kamis (22/10/2026)

Bahli mengungkapkan, pembangunan industri pengolahan diprioritaskan pada daerah penghasil sumber daya alam agar masyarakat setempat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Di mana hilirisasi dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menambah penerimaan daerah.

Baca Juga:
Petrokimia Gresik, MIND ID, dan Freeport Perkuat Sinergi Bahan Baku Pupuk

"Dengan kita menciptakan hilirisasi di daerah, itu berarti menciptakan lapangan pekerjaan di daerah, menciptakan nilai tambah di daerah, meningkatkan PNBP daerah, meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dan daerah," ujarnya.

Bahlil menegaskan, pembangunan industri hilir di daerah juga menjadi upaya agar wilayah penghasil sumber daya alam memiliki peran lebih besar dalam rantai nilai industri nasional.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Gandeng Bank Mandiri (BMRI) Dukung Ekosistem Industri Petrokimia

Rencana pembangunan pusat petrokimia tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi gas nasional melalui eksplorasi dan pengembangan lapangan migas baru. Sebab saat ini lapangan migas eksisting tergolong sebagai lapangan tua yang produksinya sudah mulai berkurang.

Pada kesempatan itu, Bahlil meresmikan fasilitas produksi yang diproyeksikan menambah pasokan gas sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi gas melalui pengembangan sejumlah lapangan lain dalam beberapa tahun mendatang.

"Hari ini saya apresiasi kepada teman teman Searah dan Eni. Investasi yang kita resmikan itu sekitar USD840 juta, bagi saya angkanya besar, tetapi dibandingkan dengan ketahanan energi untuk menuju swasembada, itu lebih penting," katanya.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa 7,0 Magnitudo di Tibet China: 16 Orang Meninggal, 38 Luka
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi I Berbalik Menguat 1,70%, Saham BREN dan BYAN jadi Penopang
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Wajo Tegaskan Dukungan untuk Pesantren
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Imigrasi Sukabumi Gandeng Insan Pers
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Sidang Putusan Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Digelar 5 November
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.