Malang (beritajatim.com) – Usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi akademik tertinggi. Pembuktian nyata tersebut ditunjukkan oleh Unjana, S.Pd., lulusan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (Unisma).
Di usianya yang menginjak 39 tahun, Unjana sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 (Summa Cum Laude). Raihan ini sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Lulusan Terbaik Pertama dalam prosesi Wisuda Periode ke-80 Unisma.
Saat ditemui pada Rabu (21/10/2026), perempuan asal Malang ini menceritakan awal mula keputusannya menempuh jenjang sarjana di usia 35 tahun. Semua berawal dari kepedulian mendalam terhadap kualitas pendidikan anak di desanya.
Sebagai pengelola sekaligus Kepala Sekolah Kelompok Bermain (KB) Flamboyantika di Desa Ngading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Unjana menyadari krusialnya legalitas dan kompetensi akademik pendidik.
“Awalnya di desa kami tidak ada layanan untuk anak usia 3–4 tahun. Melalui program Kampung KB, kami para kader Bina Keluarga Balita (BKB) tergerak mendirikan lembaga. Waktu itu kami hanya lulusan SMA dan SMK, belum memiliki latar belakang pendidik formal,” ungkap ibu dua anak tersebut.
Semangat berinovasi mengantarkan Unjana meraih beasiswa Unisma. Membagi peran antara tanggung jawab keluarga, mengelola lembaga, dan kuliah menuntut manajemen waktu yang ketat hingga ia lulus dengan predikat Dengan Pujian. Dedikasi tersebut ia tuangkan dalam tugas akhir mengenai peningkatan bahasa anak usia dini media Wimmelbuch.
Unisma Kukuhkan 1.258 Wisudawan dan Mahasiswa Asing
Selain Unjana, Unisma menobatkan Weni Wihayningrum, S.Pd. (Pendidikan Matematika, IPK 3,99) sebagai Lulusan Terbaik Kedua dan Siti Afidhotun Amalia, S.A.B. (Administrasi Bisnis, IPK 3,97) sebagai Lulusan Terbaik Ketiga.
Secara keseluruhan, Unisma bakal mengukuhkan 1.258 wisudawan dalam prosesi yang digelar dua hari pada Sabtu–Minggu (24–25/10/2026).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unisma, dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., mengungkapkan bahwa wisuda kali ini terasa istimewa karena turut meluluskan 10 mahasiswa asing asal Sudan, Timor Leste, Thailand, dan Uzbekistan.
“Hal ini menunjukkan Unisma senantiasa menjunjung tinggi nilai multikulturalisme dan menghormati keberagaman. Mahasiswa dari latar belakang agama apa pun dapat menempuh studi dengan aman dan nyaman di Unisma,” ujar dr. Erna, Kamis (22/10/2026).
Pada periode ini, Unisma juga mengukuhkan lulusan program gelar ganda (joint degree) hasil kerja sama strategis dengan St. John’s University Taiwan melalui skema 2+2 dan 3+1.
Di bidang riset, Unisma berhasil meraup hibah penelitian senilai Rp3,28 miliar dari Kemendiktisaintek, LPDP, dan BRIN, hibah internasional Charles Darwin University senilai AUD 148.861 (sekitar Rp1,8 miliar), serta mencatatkan puluhan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten resmi. [dan/but]




