Banjir akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Paraná berdampak pada sedikitnya 3.000 keluarga di sembilan departemen di Paraguay. Pemerintah setempat menyalurkan bantuan darurat dan mengevakuasi ribuan warga, sementara otoritas memperingatkan potensi hujan lanjutan. Dilansir teleSUR, Kamis (22/10/2026). (REUTERS/Cesar Olmedo)
2/6Departemen Ñeembucú, Misiones, dan Itapúa di wilayah selatan menjadi daerah yang paling terdampak. Air banjir merendam rumah-rumah warga, sehingga tim darurat menyalurkan bantuan berupa makanan, terpal plastik, dan bahan bangunan bagi masyarakat yang membutuhkan. (REUTERS/Cesar Olmedo)
Selain itu, banjir melanda departemen Central, Guairá, Caaguazú, Concepción, San Pedro, dan Canindeyú. Di Misiones, wilayah Ayolas menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak parah karena berada di dekat Bendungan Yacyretá, yang dikelola bersama oleh Paraguay dan Argentina. Sedikitnya 1.040 keluarga di kawasan tersebut telah menerima bantuan. (REUTERS/Cesar Olmedo)
4/6Upaya penanganan bencana juga mencakup penyelamatan hewan peliharaan yang terjebak banjir. Organisasi nirlaba SOS Animal Ayolas telah menyelamatkan sekitar 247 hewan peliharaan dalam beberapa hari terakhir. (REUTERS/Cesar Olmedo)
Sementara itu, di Alto Paraná yang berbatasan dengan Brasil, sedikitnya 1.300 keluarga telah dievakuasi akibat banjir. Ketinggian air Sungai Paraná di wilayah tersebut sempat mendekati 121,19 meter sebelum turun menjadi 117,57 meter di atas permukaan laut. (REUTERS/Cesar Olmedo)
6/6Meski permukaan air mulai surut, ancaman banjir belum sepenuhnya berakhir. Direktorat Meteorologi dan Hidrologi Paraguay memperingatkan kemungkinan hujan lanjutan mulai Rabu hingga Minggu. Dampak terbesar diperkirakan terjadi di wilayah timur negara tersebut, sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai perkembangan kondisi cuaca. (REUTERS/Cesar Olmedo)




