Momen Prabowo Cari Dedi Mulyadi di Rakor TPKAD: Pasti Sibuk

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak hadir dalam rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Absennya Dedi Mulyadi pun turut dipertanyakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Pengakuan Dokter Pencabul Anak di Bandung

Momen tersebut terjadi saat Prabowo menyapa 18 gubernur yang hadir. Mulanya, presiden berseloroh saat menyapa Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Prabowo mengatakan, nama yang memiliki kata Bowo dalam namanya memiliki hal spesial.

"Yang ada Bowo-Bowo itu loh," ujar Prabowo.

BACA JUGA: Dokter Pelaku Cabul Anak Kandung di Bandung Ditangkap, Begini Awal Kasus Terungkap

Prabowo kemudian melanjutkan dengan menyapa gubernur lain. Namun, saat menyapa perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Prabowo sadar ternyata dihadiri Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan.

Prabowo kemudian bertanya ke mana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Padahal, kata dia, jarak Jawa Barat dan Jakarta cukup dekat.

BACA JUGA: Viral Wanita Bawa Pisau Tegur Pemotor Lawan Arah di Bandung, Polisi Turun Tangan

"Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Ke mana KDM itu? Yang paling dekat enggak hadir. Pasti sibuk. Oke," ucap dia.

Prabowo kemudian menyapa daerah lain yang juga diwakili oleh Wakil Gubernurnya, antara lain DI Yogyakarta, Aceh, Lampung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan lainnya.

Prabowo berkelakar agar gubernur yang tidak hadir untuk dicatat. Prabowo meminta para gubernur itu untuk mengembalikan uang perjalanannya.

"Aduh, catat ya (gubernur yang gak hadir). Uang jalannya dikembalikan," kata Prabowo.

Berdasarkan informasi yang diterima, Dedi Mulyadi sebelumnya sudah izin tidak bisa menghadiri kegiatan tersebut. Dia juga saat ini tengah berada di Gunung Ciremai untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

"Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet, agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api," kata Dedi.

Dia mengungkapkan, kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan kerawanan yang lebih besar. Meski pemadaman di kawasan pegunungan bukan pekerjaan mudah, KDM berharap api dapat segera dikendalikan.

"Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas," ucapnya.

Dedi meminta kepala desa, ketua RT dan RW, serta camat di sekitar Gunung Ciremai segera mengerahkan warga untuk membantu memadamkan Karhutla. Warga yang membantu memadamkan api akan diberi insentif Rp250.000 per orang.

Dedi secara khusus meminta warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan turut terlibat dalam upaya pemadaman agar api tidak terus menjalar.

"Kami menyiapkan Rp250 ribu per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus," ujarnya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua lokasi di Kabupaten Kuningan pada Rabu (21/10), yakni Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

Di Desa Pasayangan, kebakaran melanda lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Desa Cibuntu, tepatnya di wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam penghitungan.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), serta petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kuningan.

Lima personel piket dari UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan bambu Desa Pasayangan selama sekitar 35 menit.

Selain itu, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat sekitar bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan kawasan hutan. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Terjadi Perbaikan Total Arah Ekonomi Kerakyatan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta Kamis 22 Oktober 2026: Hujan Ringan Merata
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Dumatno Budi Utomo Jadi Saksi Sidang Dokter Tifa, Disebut Mirip Foto Ijazah Jokowi | KOMPAS PETANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Perjuangan Jupri, Berburu Peluang di Job Fair Saat Usia 59 Tahun
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Proyek Gas Jangkrik dan Maha Diresmikan, Ini Target Jumbo Bahlil untuk Tambah Pasokan Produksi Gas Nasional
• 42 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.