Perempuan Hadapi Risiko Berlapis saat Hadapi Bencana

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perempuan menghadapi berbagai kerentanan saat bencana melanda, mulai dari keterbatasan akses terhadap bantuan hingga bertambahnya tanggung jawab merawat anggota keluarga di pengungsian. Pemilihan data korban bencana kelompok rentan mesti menjadi prioritas. 

Analis Maha Data dan Gender Lab 45, Aldi Pahala Rizky menyampaikan belum memadainya data terpilah berdasarkan gender dan kelompok rentan korban bencana. Kondisi perempuan, termasuk ibu hamil, lanjut usia, dan penyandang disabilitas mesti menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan. 

"Dalam penanganan bencana, data mengenai perempuan, ibu hamil, lanjut usia, dan penyandang disabilitas belum memadai untuk mendukung pemenuhan kebutuhan logistik," kata Pahala di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. 

Pahala mengidentifikasi empat persoalan yang berkaitan dengan kerentanan perempuan dalam situasi bencana. Pertama, dibutuhkan data terpilah yang memadai untuk menggambarkan kebutuhan kelompok rentan secara spesifik.
 

Baca Juga :

Kelompok Rentan Harus jadi Bagian Penting dalam Penanganan Bencana


Kedua, berkaitan dengan kesehatan reproduksi serta pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian. Ketersediaan air bersih dan pangan menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan. Di Kalimantan Tengah misalnya, paparan asap juga menjadi risiko kesehatan bagi ibu hamil karena partikel asap dapat menembus plasenta.

"Tanpa data terpilah kebutuhan perempuan korban bencana sulit masuk perencanaan anggaran maupun layanan," kata Pahala. 


Para kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, dan ibu menyusui terdampak gempa di NTT mendapat bantuan. Foto: Dok. Istimewa.

Ketiga, perempuan juga menghadapi peningkatan beban perawatan keluarga selama masa pemulihan. Bencana karhutla misalnya, perempuan memiliki tanggung jawab merawat balita yang mengalami ISPA dan mendampingi anak mengikuti pembelajaran jarak jauh. Selain itu, perempuan yang menjadi kepala keluarga menghadapi persoalan kehilangan akses terhadap air dan lahan garapan.

Aspek lain yang disoroti ialah terbatasnya akses terhadap layanan pengaduan dan ruang aman. Perempuan korban kekerasan di pengungsian berpotensi mengalami kesulitan mencari tempat untuk melapor dan memperoleh perlindungan yang memadai.

"Kerja perawatan bertambah ketika balita sakit dan sekolah beralih daring, sementara perempuan pekerja informal tidak tercatat sebagai terdampak," kata Pahala. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun untuk Pembukaan 25 Juta Rekening Gratis
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Wealth Wisdom 2026, Permata Bank Dorong Ketangguhan Finansial
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nadeem Rustombi Juara Umum Superstars Sportscar Series 2026, Siap Naik Kelas ke Balap Formula di Eropa
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Ingatkan Para Pemimpin Agar Tak Boleh Lugu dan Harus Waspada
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jiexpo Kemayoran
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.