REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo telah menetapkan status tanggap darurat pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Sumbing. Karhutla, yang mulai terdeteksi sejak Senin (19/10/2026), sudah melahap area seluas 300 hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan, Bupati Wonosobo memutuskan menerbitkan surat keputusan (SK) penetapan tanggap darurat untuk karhutla di lereng Gunung Sumbing setelah mempertimbangkan usulan-usulan, salah satunya dari Kapolda Jateng.
Baca Juga
Sudah Belasan Kali Water Bombing, Karhutla di Gunung Lawu Justru Meluas Nyaris 500 Hektare
Karhutla Ratusan Hektare di Gunung Lawu Diduga Akibat Aktivitas Pembuatan Arang
2.000 Mahasiswa Gabungan di Semarang Kepung Kantor Gubernur Jateng Soroti Korupsi Hingga Karhutla
“Kapolda tadi pagi sempat ke sana, kemudian melihat situasi, akhirnya meminta kepala daerah untuk meningkatkan statusnya. Bupati Wonosobo pun meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat,” ungkap Bergas ketika diwawancara, Rabu (21/10/2026).
Karena statusnya telah tanggap darurat, Bergas menyampaikan upaya pemadaman karhutla di Gunung Sumbing akan turut melaksanakan pengeboman air atau water bombing. Dia mengatakan TNI telah mengerahkan dua helikopter, yakni Super Puma dan Mi-17, ke Bandara Adi Soemarmo. Namun saat ini kedua helikopter tersebut masih dioperasikan untuk memadamkan karhutla di Gunung Lawu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Bergas, saat ini pelaksanaan water bombing di Gunung Sumbing masih perencanaan. Untuk sementara puluhan personel gabungan masih dikerahkan untuk melaksanakan pemadaman lewat darat.
Bergas mengungkapkan, berdasarkan informasi terakhir yang diperolehnya, titik api di Gunung Sumbing yang masuk di wilayah Wonosobo sudah mulai padam. “Tapi Gunung Sumbing itu kan melingkar di beberapa kabupaten, nah ini (api/kebakaran) masih meluncur ke yang wilayah Magelang,” ucapnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan BPBD Kabupaten Magelang terkait penanganan karhutla di Gunung Sumbing. BPBD Magelang disebut telah mengerahkan setidaknya 67 personel untuk melakukan sekat api.
Bergas mengatakan, karhutla di Gunung Sumbing mulai terdeteksi pada Senin (19/10/2026) petang. Sementara ini, kebakaran diduga akibat kelalaian manusia.
“Saat ini luasan yang terbakar diperkirakan 300 hektare,” ujarnya.