Jakarta, VIVA – Sebanyak 10 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan dana pembelian kembali saham atau buyback dengan total nilai mencapai Rp18,6 triliun. Aksi korporasi ini diharapkan menambah permintaan saham di pasar sekunder di tengah meningkatnya volatilitas pasar modal.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas yang dipublikasikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, lima emiten menjalankan program buyback baru dengan total dana Rp4,5 triliun. Kelima perusahaan tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Program buyback kelima emiten tersebut dimulai pada 19 Oktober 2026, tidak lama setelah pasar saham mengalami koreksi tajam pada 16 Oktober 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Menurut perhitungan BRI Danareksa Sekuritas, jika dana buyback kelima emiten dibelanjakan secara merata selama periode pelaksanaan, nilai pembelian saham diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 triliun per bulan.
"Kelima program baru berjalan dalam 2-3 bulan. Bila tersebar merata, intensitasnya 2x program tahunan BBCA, TLKM, BMRI, dan BBNI yang sekitar Rp0,9 triliun per bulan," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Empat Emiten Grup Prajogo Pangestu Kuasai 78 Persen Dana Buyback BaruDari lima emiten yang menjalankan program buyback baru, empat perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu mendominasi alokasi dana.
Keempat emiten tersebut adalah BREN, BRPT, TPIA, dan CUAN. Secara gabungan, perusahaan-perusahaan itu menyiapkan dana buyback sekitar Rp3,5 triliun atau setara 78 persen dari total dana lima program baru.
Sementara itu, DSSA juga masuk dalam daftar emiten yang menjalankan program pembelian kembali saham baru dengan total alokasi dana gabungan lima perusahaan mencapai Rp4,5 triliun.
Besarnya alokasi buyback dari keempat emiten tersebut membuat aksi korporasi mereka menjadi salah satu bagian penting dari program pembelian kembali saham yang berlangsung di tengah gejolak pasar.
Bank Besar Masih Mendominasi Total Buyback Rp18,6 TriliunMeski terdapat lima program buyback baru, sektor perbankan masih menjadi kontributor utama dalam keseluruhan program pembelian kembali saham yang disiapkan 10 emiten.





