Jakarta, VIVA – Masih ingat dengan Keziah Veendorp, pemain keturunan Indonesia-Belanda yang pernah dikaitkan dengan Timnas Indonesia U-23?
Mantan kapten Timnas Belanda U-17 tersebut kini menjalani kehidupan berbeda setelah meninggalkan gemerlap sepak bola profesional.
Pada usia 29 tahun, Keziah Veendorp memilih lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga sambil mengembangkan bisnis barang bekas di Belanda.
Ia membuka toko bernama Kringloopwinkel Vindhet yang berlokasi di Kropswolde, wilayah Groningen.
Perubahan jalan hidup Veendorp cukup menarik perhatian mengingat dirinya pernah digadang-gadang sebagai salah satu calon bintang sepak bola Belanda.
Bahkan, namanya sempat mendapat julukan "The Next Virgil van Dijk" ketika masih menimba ilmu di akademi FC Groningen.
Dilansir dari Voetbal International, Veendorp mengembangkan bisnis tersebut bersama istrinya, Djanisha, setelah melalui perjalanan panjang sebagai pesepak bola.
Keduanya memutuskan membangun usaha yang sesuai dengan kegemaran mereka mengumpulkan dan menjual kembali barang bekas.
Toko bernama Vindhet itu mulai beroperasi pada 2026 dan menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.
Barang-barang yang dijual cukup beragam, mulai dari pakaian, furnitur, peralatan dapur hingga dekorasi rumah.
Kegiatan jual beli barang bekas sebenarnya sudah menjadi kegemaran Veendorp sejak masih aktif berkarier di dunia sepak bola.
Ia terbiasa mencari barang melalui platform jual beli daring sebelum memperbaiki dan menjualnya kembali.
Bisnis tersebut kemudian berkembang hingga menjadi toko fisik yang dikelola bersama keluarganya.
Berdasarkan laporan RTV Midden-Groningen pada 24 Juni 2026, Vindhet mendapat sambutan positif dari masyarakat dalam beberapa bulan pertama setelah dibuka.
Keputusan Veendorp menggeluti dunia usaha menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya setelah bertahun-tahun berkarier sebagai pemain profesional.
Padahal, ketika masih berusia muda, ia sempat memiliki reputasi menjanjikan di sepak bola Belanda.
Pemain kelahiran Sappemeer, 17 Februari 1997, itu pernah dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Belanda kelompok umur.
Ia juga menjadi bagian dari skuad Belanda U-17 yang mencapai final Piala Eropa U-17 pada 2014.
Kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan membuat Veendorp sempat mencuri perhatian sejumlah klub Eropa.





