Jakarta, VIVA – Geely Auto Indonesia buka suara mengenai keluhan pemilik mobil listrik Geely EX2 yang mengalami masalah pengisian baterai setelah enam hari digunakan. Perusahaan menyatakan tengah berkoordinasi dengan dealer dan tim teknis untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Public Relation Geely Auto Indonesia, Fritz, mengatakan pihaknya telah mengetahui keluhan konsumen dan sedang melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan sesuai hasil pemeriksaan.
“Saat ini kami telah mengetahui keluhan tersebut Mbak dan sedang berkoordinasi dengan dealer serta tim teknis. Kendala yang telah teridentifikasi tengah ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan,” kata Fritz kepada VIVA Otomotif, Jumat (23/10/2026)
Geely juga menyatakan telah menerima permintaan penyelesaian yang diajukan konsumen. Saat ini, perusahaan masih membahas langkah yang akan diambil bersama pihak terkait.
“Kami juga telah menerima permintaan konsumen dan tengah membahas langkah penyelesaian dengan pihak terkait,” ujarnya.
Fritz menambahkan, Geely Auto Indonesia berkomitmen mengawal proses penanganan keluhan tersebut dan menjaga komunikasi dengan konsumen terkait perkembangan maupun langkah penyelesaiannya.
Sebelumnya, seorang pemilik Geely EX2 melalui akun Threads @heryanxxx menceritakan masalah pengisian daya yang dialaminya sejak awal penggunaan kendaraan.
Pemilik tersebut mengaku menerima mobil pada 5 Oktober 2026. Namun, tiga hari kemudian, saat melakukan pengisian baterai pertama di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), ia merasa durasi pengisian lebih lama dari yang diperkirakan.
Masalah semakin jelas ketika pengisian daya kedua dilakukan pada 11 Oktober 2026. Saat itu, baterai yang berada di kapasitas sekitar 30 persen tidak mengalami penambahan daya meski kendaraan telah terhubung ke pengisi daya.
Pemilik kemudian mencoba beberapa SPKLU berbeda, tetapi baterai tetap tidak dapat terisi. Pengisian menggunakan perangkat portabel di rumah juga tidak membuahkan hasil.
Pada 12 Oktober 2026, mobil tersebut dibawa menggunakan layanan derek ke bengkel dealer untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut kronologi yang disampaikan pemilik, diagnosis awal pada 14 Oktober mengarah pada kebutuhan penggantian port charger. Namun, setelah komponen tersebut diganti dan dilakukan pembaruan perangkat lunak serta kalibrasi, mobil masih belum bisa mengisi daya.
Pemilik kemudian mendapat informasi bahwa terdapat kendala pada baterai yang memerlukan penggantian komponen tersebut.





