Cuaca Panas Masih Melanda, BMKG Catat Suhu Udara Tembus 39,2 C, Ini Penyebabnya

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Envato by Great_bru)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi minimnya tutupan awan dan terbatasnya curah hujan masih mewarnai kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026.

Situasi kering ini berlangsung di tengah pengaruh fenomena El Niño sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang signifikan.

BMKG melalui laman resminya, bmkg.go.id, mencatat peningkatkan suhu udara permukaan akibat kombinasi berkurangnya tutupan awan serta terbatasnya ketersediaan air hujan pada siang hari.

Kondisi ini mempercepat penurunan kadar air vegetasi yang puncaknya mengintensifkan kerentanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG melaporkan rekor suhu udara maksimum yang melonjak di beberapa wilayah Indonesia sepanjang periode pertengahan Oktober 2026.

Suhu udara maksimum mencapai 39,2°C di Lampung serta 39°C di Jawa Barat pada 21 Oktober 2026. Adapun di Kalimantan Selatan, suhu maksimum sebesar 38,7°C tercatat pada 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Gelombang Tinggi 23-26 Oktober 2026: Capai 4 Meter di Samudera Hindia

BMKG menambahkan bahwa pemantauan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi mengalami peningkatan signifikan dalam 10 hari terakhir.

Kalimantan Tengah mencatatkan jumlah hotspot terbanyak yaitu 3.794 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 1.595 titik, serta Papua Selatan sebanyak 1.516 titik, yang memicu sebaran asap di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Potensi Hujan

BMKG memaparkan bahwa di tengah kondisi kering yang melanda sejumlah wilayah, beberapa daerah tetap mengalami guyuran hujan lebat hingga ekstrem pada periode 19-21 Oktober 2026:

  • Sumatera Utara: Curah hujan harian mencapai 190,6 mm/hari.
  • Sumatera Barat: Curah hujan harian mencapai 130,7 mm/hari.
  • Aceh: Curah hujan harian mencapai 119,0 mm/hari.
  • Kalimantan Barat: Curah hujan harian mencapai 83,0 mm/hari.
  • Papua Tengah: Curah hujan harian mencapai 78,0 mm/hari.

BMKG menjelaskan kejadian hujan ekstrem ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), perlambatan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia.

Prospek Dinamika Atmosfer dan Potensi Cuaca Sepekan Ke Depan

BMKG memproyeksikan prakiraan Dasarian III Oktober hingga II November 2026 mengindikasikan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga menengah (0–150 mm/dasarian).

Wilayah yang diperkirakan masih berpeluang mengalami kondisi relatif kering meliputi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek Besok 23-24 Oktober 2026: Bogor Masuk Status Waspada Hujan Lebat

BMKG menegaskan bahwa rendahnya akumulasi curah hujan berkala dasarian tidak meniadakan kemungkinan terjadinya hujan signifikan skala harian akibat dinamika lokal:

  • Aktivitas MJO dan Gelombang Atmosfer: MJO diprakirakan aktif di Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Selat Malaka, Perairan Tamiang–Langsa, dan Samudra Pasifik utara Papua. Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Laut Natuna Utara.
  • Sirkulasi Siklonik: Terpaut di perairan barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua yang memengaruhi arah angin regional serta membentuk area pertemuan massa udara.
  • Potensi Cuaca Ekstrem Harian: Kondisi atmosfer labil berpeluang memicu hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Sumatera bagian utara hingga tengah, Jawa, Kalimantan, dan Papua.

Masyarakat dan pemerintah daerah imbau untuk terus menguatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla di wilayah kering sekaligus mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem harian.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • cuaca panas
  • suhu panas
  • suhu tinggi
  • bmkg
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah Berjamaah, Dolar AS Tembus Rp18.047
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Akses Digital bagi Disabilitas Netra Dibuka
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Pendapatan Waskita (WSKT) Naik Jadi Rp8,13 Triliun, Restrukturisasi Utang Tetap Jadi Fokus
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Alarm SOS KRL Bogor Line Berbunyi, Ternyata Tak Sengaja Dipencet Penumpang
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Ortuseight Jogosala Padukan Fungsi Sepatu Futsal Bergaya Kasual
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.