REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Investasi emas digital kini semakin mudah diakses masyarakat dengan nilai pembelian mulai Rp1.000. Skema investasi dengan modal kecil tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus membeli emas fisik.
Peluang ini dimanfaatkan GoPay dengan meluncurkan layanan GoPay Emas Digital by Treasury melalui fitur GoPay Investasi. Produk hasil kerja sama dengan PT Indonesia Logam Pratama tersebut memungkinkan pengguna membeli dan menjual emas digital secara langsung melalui aplikasi GoPay.
Baca Juga
WGC: Kesadaran Investasi Emas Digital di Indonesia Tertinggi Secara Global
Direktur Bisnis Konsumen GoPay Kelvin Timotius mengatakan, layanan tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses investasi yang lebih praktis dan terjangkau. Selain mempermudah transaksi, perusahaan menyediakan rekening investasi yang terpisah dari rekening transaksi harian untuk membantu pengguna mengelola dana investasi.
“Ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual emas digital dengan harga terjangkau secara instan,” ujar Kelvin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Peluncuran layanan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya permintaan emas di Indonesia. Berdasarkan laporan Gold Demand Trends dari World Gold Council pada Juli 2026 yang dikutip perusahaan, permintaan emas nasional mencapai 15 ton pada kuartal II 2026, meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski minat terhadap emas meningkat, akses investasi masih menghadapi sejumlah kendala. Riset internal GoPay terhadap kelompok usia 25 hingga 30 tahun menemukan bahwa keterbatasan waktu untuk mengunjungi gerai, ketersediaan emas fisik, dan risiko kehilangan menjadi pertimbangan calon investor.
“Namun, riset kami terhadap kelompok usia 25 tahun sampai 30 tahun menunjukkan masih ada sejumlah hambatan dalam berinvestasi emas, seperti keterbatasan waktu untuk datang ke gerai fisik, keterbatasan stok emas fisik di pasaran, hingga risiko kehilangan atau pencurian,” ucap Kelvin.
Menurut Kelvin, kondisi tersebut membuka peluang pengembangan layanan investasi berbasis digital. Dengan pembelian mulai Rp1.000, pengguna dapat menyesuaikan nominal investasi dengan kemampuan keuangan tanpa harus menyiapkan dana besar sekaligus.
GoPay juga menyediakan pemisahan rekening investasi dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengguna membangun kebiasaan menyisihkan dana investasi secara lebih teratur.
Kelvin menilai, emas telah menjadi salah satu instrumen investasi yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Namun, anggapan bahwa investasi emas membutuhkan modal besar masih menjadi hambatan bagi sebagian calon investor.
“Masyarakat sudah sangat akrab dengan emas sebagai instrumen investasi karena mudah dipahami dan nilainya yang cenderung stabil. Namun, menabung emas seringkali dilihat sebagai instrumen investasi yang mahal,” kata Kelvin.
Melalui GoPay Investasi, perusahaan memperluas cakupan layanan keuangan digital dari kebutuhan transaksi harian menuju pengelolaan investasi. Kehadiran produk emas digital dengan nominal pembelian kecil diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin mulai membangun aset secara bertahap.
Meski dapat dimulai dengan dana terbatas, investasi emas tetap memiliki risiko fluktuasi harga. Pengguna perlu mempertimbangkan tujuan investasi, kemampuan keuangan, serta potensi perubahan nilai emas sebelum melakukan pembelian.