Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Kemenkeu: Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddinsaat menyampaikan pemaparan dalam Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan akan menjaga disiplin fiskal di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kemenkeu juga memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sistem Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin menyampaikan bahwa penanganan rupiah dari sisi moneter merupakan ranah BI. Namun, guna menopang stabilitasnya, Kemenkeu akan fokus menjaga kondisi fiskal.

"Kalau dari rupiah, teman-teman BI yang bisa jawab lebih detail. Prinsipnya adalah kalau dari sisi kami, kita jaga sisi fiskalnya," ujar Herman saat ditemui awak media, Kamis (22/10/2026).


Baca: Arab Ramai-Ramai Investasi ke China dan Hong Kong, Ada Apa?

Dia menegaskan pemerintah menghormati independensi BI dalam menjalankan kebijakan moneter. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

"Dari segi moneter, BI kita hormati independensi BI, dan kita dari sisi sovereign, kita jaga fiskal. Dan fiskal moneter ini seperti kita saling bersinergi kayak tim," katanya.

Herman mengibaratkan koordinasi pemerintah dan bank sentral seperti sebuah tim yang memiliki peran berbeda, tetapi bekerja untuk mencapai tujuan bersama.

"Kadang ada yang harus defend, kadang ada yang di posisi attacking, kadang ada yang harus playmaker dan sebagainya," ujarnya.

Baca: MSCI Menebus Dosa: Kritik Epistemik Atas Metodologi MSCI

Lebih lanjut, Herman menyinggung sejumlah kebijakan BI yang telah ditempuh untuk mendukung perekonomian, termasuk penurunan giro wajib minimum (GWM), sementara suku bunga acuan masih dipertahankan.

"Teman-teman BI kemarin juga sudah memberikan beberapa kebijakan juga. GWM-nya diturunkan, suku bunga masih ditahan," kata Herman.

Dia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia di tengah dinamika pasar keuangan.

"Jadi saya pikir sih be confident on our country," tuturnya.

Sebagai catatan, mata uang Garuda kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2026), meskipun indeks dolar AS bergerak melemah.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp18.045/US$, melemah 0,25% atau 45 poin dibandingkan penutupan Rabu (21/10/2026) di posisi Rp18.000/US$.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Ingat Willys Kendaraan Perang Amerika Serikat? Jeep Buka Peluang Hidupkan Kembali Versi Mobil Listrik
• 6 menit lalutvonenews.com
thumb
Anggota Komisi II DPR: Pansel KPU Sudah Ada, Tinggal Diumumkan Prabowo
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Polri hingga BNN Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba di Tanjung Balai, Kapal Kerap Ubah-Ubah Nama
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Aston Martin gunakan livery spesial di GP Amerika Serikat
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ramai-Ramai Orang Kaya Dunia Numpuk Emas di Singapura, Tembus 800 Ton
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.