Mediaapakabar.com- HEBOH! Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara mendadak jadi sorotan tajam di dunia maya. Instansi penegak hukum ini dituding miring "main mata" dan sengaja memangkas barang bukti sabu sitaan dari penggerebekan panas di sebuah gudang roti kawasan Medan Marelan!
Kabar miring ini langsung viral setelah diendus akun Instagram @mentiko.idn. Dalam narasinya, BNNP Sumut disebut-sebut meringkus dua pria berinisial AG dan K dengan barang bukti fantastis: 7 kilogram sabu plus satu kaleng susu berisi vape narkotika!
"Sementara itu beredar di media sosial bahwa dalam penggerebekan itu ada dugaan permainan barang bukti sabu yang disita petugas BNN Sumut dari berat 7 kilogram menjadi 297,42 gram," tulis akun tersebut panas, Rabu (21/10/2026).
Tak mau namanya tercoreng, perwira melati tiga di pundak yang memimpin langsung operasi, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol. Josua Tampubolon, langsung angkat bicara dengan nada geram menepis mentah-mentah tuduhan miring tersebut!
"Itu tidak benar. Barang buktinya 297,24 gram sabu," tandas Josua dengan tegas, Rabu (21/10/2026).
Disinggung soal bungkamnya petugas dan belum dirilisnya kasus ini ke publik, Josua membeberkan alasan strategis di balik layar.
Pihaknya sengaja mengerem informasi demi memburu sang bandar besar yang masih berkeliaran!
"Kita masih dalam pengembangan.
Kami belum rilis agar tidak bocor kepada bandar besarnya," bebernya tanpa kompromi.
Membongkar kronologi sebenarnya, Josua mengungkapkan bahwa penggerebekan menegangkan itu digeber pada Rabu (7/10/2026) lalu di Jalan Marelan Raya, Rengas Pulau, Medan Marelan.
Berkat laporan jeli dari warga, anak buahnya langsung bergerak cepat menyergap sasaran dan meringkus tersangka berinisial MS.
"Dari pengungkapan itu, kita amankan MS," seru Josua.
"Saat kita geledah, kita mendapati MS berada di dalam kamar dan ditemukan tiga bungkus klip transparan diduga sabu seberat 297,24 gram di gantungan baju," sambungnya merinci barang bukti yang disita.
Tak bisa mengelak, tersangka MS langsung klepek-klepek dan mengakui barang haram tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seorang pria berinisial S.
Tak tanggung-tanggung, dari hasil interogasi, sindikat ini ternyata sudah lama bermain!
"Pengakuan MS, sudah lima tahun berbisnis narkoba. Kita masih memburu S," pungkas Josua dengan nada ancaman bagi jaringan yang tersisa.(Mc/***)





