Perkuat Infrastruktur di Usia 26 Tahun, Biznet Siapkan Kabel Laut Baru Penghubung Mulai Surabaya-Bali

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Memasuki usia ke-26 tahun, Biznet terus memperkuat infrastruktur digital di Indonesia dengan menyiapkan pembangunan jaringan kabel serat optik bawah laut baru, Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2).

Jaringan itu direncanakan menghubungkan Surabaya di Jawa Timur, Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Sumenep di Madura, hingga Buleleng di Bali. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan, kapasitas, dan kualitas layanan internet di wilayah yang terhubung.

Adi Kusma President Director Biznet mengatakan, pengembangan jaringan kabel bawah laut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses internet berkualitas sekaligus mendukung kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang.

“Kami percaya bahwa membangun jaringan bukan hanya tentang menghubungkan satu titik wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, infrastruktur yang kami bangun seperti Biznet Nusantara Cable System ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih optimal bagi pelanggan serta membuka lebih banyak peluang dan kesempatan di era digital saat ini,” ujar Adi dalam keterangannya yang diterima, Jumat (23/10/2026).

Sebelumnya, Biznet telah membangun dan mengoperasikan jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS) sejak 2024. Melalui pengembangan BNCS-2, perusahaan ingin memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet di berbagai daerah.

Saat ini, jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Jaringan itu didukung lebih dari tiga juta homepass atau rumah yang berada dalam jangkauan layanan internet Biznet, serta lebih dari 300 kantor cabang di berbagai wilayah.

Selain memperluas jaringan kabel bawah laut, Biznet juga mengembangkan infrastruktur untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Salah satunya melalui pengoperasian Biznet AI Center di Bali, yang menjadi pusat data pertama milik perusahaan dengan fasilitas khusus untuk mendukung kebutuhan komputasi AI.

Pusat data tersebut memiliki kapasitas listrik hingga 145 kilowatt (kW) per rak, dilengkapi teknologi pendingin cairan (liquid cooling), serta laboratorium pengembangan AI.

Adi menjelaskan, perkembangan teknologi membuat kebutuhan masyarakat tidak lagi terbatas pada koneksi internet yang cepat. Penggunaan AI juga membutuhkan infrastruktur dengan kapasitas komputasi dan pengolahan data yang besar.

“Selama 26 tahun mendukung transformasi digital Indonesia, dalam perjalanannya, kami terus berupaya untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat digital. Kami memahami betul bahwa saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini,” jelasnya.

Berdasarkan data PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang dikutip Biznet, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk mendukung pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat penetrasi internet nasional mencapai 81,72 persen pada 2026. Pengembangan infrastruktur Biznet juga dibarengi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memperluas akses internet masyarakat.

Pada 2026, Biznet memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar fasilitas pendaratan kabel bawah laut Biznet MarinePOP.

Program tersebut menjangkau empat kabupaten, yakni Jembrana di Bali, Serang dan Karawang di Jawa Barat dan Banten, serta Gresik di Jawa Timur.

“Bagi kami konektivitas bukan hanya tentang menyediakan akses Internet, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, mendapatkan informasi, dan berkembang di era digital saat ini,” kata Adi.

Di sisi layanan pelanggan, Biznet juga terus mengembangkan aplikasi MyBiznet dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mempermudah pengguna mengelola layanan, mendapatkan informasi, dan mengakses bantuan pelanggan.

Sebagai bagian dari peringatan ulang tahun ke-26, Biznet turut menghadirkan program apresiasi pelanggan melalui Biznet Prize Vaganza dengan berbagai hadiah. Khusus Oktober 2026, perusahaan juga memberikan peningkatan kapasitas bandwidth 100 Mbps selama satu bulan tanpa biaya tambahan bagi pelanggan Biznet Home.

Adi mengatakan, Biznet akan terus berinvestasi pada pengembangan jaringan, teknologi, dan layanan pelanggan untuk mendukung kebutuhan digital masyarakat Indonesia.

“Bagi kami, 26 tahun bukan hanya tentang seberapa jauh kami melayani masyarakat, tetapi juga tentang apa yang dapat kami berikan kedepannya. Karena itu, kami akan terus berinvestasi pada infrastruktur, teknologi, dan pengalaman pelanggan untuk menciptakan lebih banyak nilai serta mendukung Indonesia menjadi semakin terhubung,” pungkasnya. (bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Akui Tak Bisa Tidur Semalaman Karena Jakarta Belum Turun Hujan
• 36 menit lalurctiplus.com
thumb
Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Susu, Menperin Usul Impor Sapi Perah Ditingkatkan
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Video: Danantara Mulai Borong Saham BUMN di Tengah Isu MSCI
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
10 Ucapan Selamat Hari Dokter Nasional 2026, Referensi Caption untuk Media Sosial
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Jabar Luncurkan Platform SAWER, Perkuat Ekspor IKM Lewat Intelijen Pasar
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.