Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10/2026) sore nanti. Pengalihan arus itu seiring pelaksanaan kegiatan “Jawa Timur Bersholawat” dan “Tabligh Akbar” yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai.
Melansir unggahan instagram @dishubjatim, ada dua alternatif rekayasa lalu lintas yang dapat diterapkan di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Jalan Tunjungan, Jalan Basuki Rahmat, dan sejumlah ruas jalan sekitarnya.
Skema pertama, kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat melalui Basra Loop yang hendak menuju Jalan Gubernur Suryo akan diarahkan ke Jalan Embong Malang. Sementara kendaraan yang menuju Jalan Taman Apsari melalui kawasan Joko Dolog, dialihkan ke Jalan Embong Trengguli dan Jalan Panglima Sudirman.
Pengalihan juga diterapkan di Jalan Simpang Pojok. Kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat yang menuju kawasan itu diarahkan melalui Jalan Embong Malang.
Sementara untuk kendaraan dari Jalan Tunjungan yang hendak menuju Jalan Gubernur Suryo melalui putar balik Seiko, arus dialihkan ke Jalan Embong Malang dan/atau Jalan Kenari.
Sedangkan kendaraan dari Jalan Ketabang Kali dan Jalan Ngemplak yang menuju Jalan Simpang Dukuh akan diarahkan ke Jalan Genteng Kali.
Dishub juga menyiapkan sistem contraflow di Jembatan Genteng Kali agar kendaraan dari Jalan Simpang Dukuh bisa langsung menuju Jalan Wali Kota Mustajab.
Sementara pada skema kedua, pengalihan arus dilakukan di Jalan Gubernur Suryo, tepatnya sekitar SMA Trimurti. Kendaraan dari Jalan Tunjungan yang menuju Jalan Gubernur Suryo akan diarahkan ke Jalan Simpang Dukuh.
Pengalihan serupa juga berlaku bagi kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat melalui Basra Loop. Kendaraan yang menuju Jalan Taman Apsari melalui kawasan Joko Dolog dialihkan ke Jalan Embong Trengguli dan Jalan Panglima Sudirman.
Kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat yang menuju Jalan Simpang Pojok diarahkan melalui Jalan Embong Malang. Adapun arus dari Jalan Ketabang Kali dan Jalan Ngemplak yang menuju Jalan Simpang Dukuh akan dialihkan ke Jalan Genteng Kali.
Sama seperti skema pertama, sistem contraflow di Jembatan Genteng Kali juga disiapkan agar kendaraan dari Jalan Simpang Dukuh dapat langsung menuju Jalan Wali Kota Mustajab.
Dishub Jatim mengingatkan skema pengalihan arus lalu lintas ini masih dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan dan arahan Satlantas Polrestabes Surabaya.
Adapun kegiatan yang digelar di halaman Gedung Negara Grahadi itu merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Santri Nasional 2026.
Acara ini dijadwalkan dihadiri Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Gus Iqdam pendakwah kondang sekaligus pengasuh Majelis Sabilu Taubah. (bil/ipg)




