Grid.ID - Pasangan suami istri (pasutri) viral usai aniaya anak di lift Malaysia. Keduanya viral setelah aksinya yang terekam CCTV tersebar di media sosial.
Banyak netizen yang mengecam tindakan pasutri tersebut. Pasalnya, tindakan penganiayaan itu dinilai sangat membahayakan anak, di mana anak seharusnya mendapat perlindungan dan perlakuan yang baik.
Peristiwa tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul informasi di media sosial yang menyebut pasangan dalam video itu merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berlibur ke Malaysia. Lantas bagaimana kronologi pasutri WNI aniaya anak di lift Malaysia? Simak ulasannya.
Kronologi Pasutri WNI Aniaya Anak di Lift Malaysia
Melansir TribunMedan.com, peristiwa penganiayaan itu awalnya diketahui setelah rekaman CCTV lift di Malaysia bocor di media sosial. Dalam rekaman CCTV itu, tampak pasutri memakai baju pink dan putih.
Mereka terlihat menenteng barang bawaan berupa tas, koper hingga stroller. Saat menunggu di depan lift, sang wanita tampak melihat dua anaknya rebutan stroller hingga saling dorong.
Terlihat anak yang kecil berbaju putih sempat jatuh saat strollernya direbut anak yang besar berbaju hitam. Anak berbaju hitam pun lantas menaiki stroller yang didorong wanita baju merah muda.
Saat masuk ke dalam lift, sang wanita tampak kesal dengan anaknya yang besar. Ia pun langsung memukul kepala sang anak.
Tak hanya wanita, sang pria yang diduga ayah korban juga tampak menendang stroller. Bak tak puas, sang wanita lantas mengangkat tubuh anaknya lalu menjatuhkannya.
Bahkan, selama di dalam lift, anak tersebut terus-terusan dicubit dan dipukul ibunya. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan desakan dari warganet agar kejadian itu mendapat perhatian serius.
"Ada orang masuk pun dibantai lagi. Dia jewer telinga," ujar warga Malaysia dalam video yang dibagikan akun Threads @thereportermy.
Awalnya, publik beranggapan bahwa pasutri tersebut adalah pasutri asal Malaysia. Namun ternyata pasutri itu berasal dari Indonesia. Sang istri berinisial AVSP asal Bandung, lalu sang suami berinisial MN asal Cirebon.
Nasib Anak Terkuak
Setelah video itu viral, muncul sebuah akun yang mengaku sahabat dari sang wanita di rekaman CCTV. Wanita yang mengaku bernama Rini itu lantas meluruskan isu yang berkembang terkait sahabatnya.
Rini menyebut bahwa anak di CCTV itu adalah anak kandung sahabatnya. Ia juga menyebut bahwa orang tua anak tersebut tengah mengalami trauma karena hujatan di media sosial.
"Aku mau meluruskan bahwasannya mereka adalah ibu & bapak kandung, tidak ada ibu tiri / bapak tiri & anak haram ya dalam kasus ini, tolong berkomentar yang bijak, aku tidak membenarkan perlakuan temenku, mereka salah. Tapi jangan komen yang menggiring opini yang tidak sesuai dengan faktanya. Keep smart guys," tulis Rini dilansir TribunTrends.com.
"Dia lagi trauma parah, ga mungkin langsung aku gobl*kin, kalo dia sudah membaik pasti langsung aku omongin kok," akui Rini.
Tak cuma Rini, sebuah akun di X yang mengaku sebagai sepupu dari pria di video viral itu juga memberikan penjelasan. Ia menyebut dua anak tersebut tengah diawasi oleh pihak keluarga besar.
"Mama dia sudah tau dan anak-anaknya yang kena kekerasan sudah dalam pengawasan keluarga. also, the parents are now monitored by the family & professionals," kata netizen di Twitter (X) yang mengaku sepupu pasutri.
Demikianlah kronologi pasutri WNI aniaya anak di lift Malaysia. (*)
Artikel Asli




