CIREBON, iNews.id – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5, Kota Cirebon, terancam dipecat buntut keracunan massal yang dialami siswa usai mengonsumi menu makan bergizi gratis (MBG).
Hingga Jumat 923/10/2026), jumlah siswa dan guru yang menjadi korban keracunan bertambah menjadi 395 orang. Mereka dirawat di 10 rumah sakit.
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Cirebon mengonfirmasi bahwa tim investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah turun langsung menyisir lokasi, memeriksa sarana SPPG, serta memanggil kepala SPPG yang bertanggung jawab.
Kepala KPPG Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran Prosedur Operasional Standar (SOP), terutama mengenai mekanisme pembelian dan pengolahan bahan baku telur puyuh yang dimasak di luar area resmi SPPG.
"Ancaman sanksi tegas menanti, tidak hanya suspend operasional. Jika hasil investigasi BGN membuktikan adanya kelalaian fatal, sanksi berat berupa penutupan total SPPG Kalijaga 5 hingga pemecatan Kepala SPPG siap dijatuhkan," kata Yulian Septa Pratama.
Baca Juga:Polisi Dikeroyok 2 Pria Mabuk Pakai Durian di Gowa, Luka di Wajah dan TanganSaat ini, fokus utama KPPG bersama Dinas Kesehatan yakni memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis maksimal hingga sembuh total. Seluruh biaya perawatan dan pengobatan pasien rawat inap maupun rawat jalan dipastikan ditanggung sepenuhnya oleh pihak SPPG.
Sebelumnya, jumlah korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah hingga menembus angka 395 orang pada Kamis (22/10/2026) sore. Ratusan korban yang terdiri atas siswa TK, SD, guru, hingga pegawai SPPG kini tengah mendapat penanganan medis intensif di 10 rumah sakit dan sejumlah puskesmas.
Ratusan korban mengalami gejala serupa, seperti pusing, mual, muntah, hingga diare usai mengonsumsi menu sop telur puyuh yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, membenarkan adanya kenaikan jumlah korban seiring bertambahnya pasien yang mendatangi fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri.
Baca Juga:KPK Periksa 10 Saksi Korupsi Restitusi Pajak, Telusuri Aset Eks Kepala KPP Madya Banjarmasin"Berdasarkan data Dinkes hingga Kamis sore, total ada 395 orang yang terdata mengalami gejala dugaan keracunan. Meski jumlahnya bertambah, kedatangan pasien baru ke Faskes saat ini sudah melambat dibandingkan hari pertama dan kedua pasca-kejadian," ungkap Siti Maria Listiawaty, Kamis (22/10/2026).




