Jakarta, VIVA- Biaya operasional dan kepastian pendapatan menjadi sejumlah hal yang perlu diperhitungkan pengemudi transportasi daring. Selain jumlah perjalanan yang diselesaikan, pengeluaran untuk kendaraan dan energi turut menentukan penghasilan bersih yang dibawa pulang setiap hari.
Melihat kondisi tersebut, Green SM menawarkan skema penyewaan kendaraan listrik dan insentif berbasis kinerja bagi pengemudi di Indonesia. Program ini memungkinkan calon pengemudi menggunakan kendaraan tanpa harus membeli mobil atau sepeda motor sendiri.
Untuk pengemudi mobil, biaya awal penyewaan dimulai dari Rp 2 juta, dengan tarif harian mulai Rp 254 ribu. Pilihan kendaraan yang tersedia mencakup beberapa model mobil listrik VinFast, yakni Limo Green, VF e34 atau Nerio Green, VF 5 atau Herio Green, dan VF 6.
Selama dua bulan pertama, peserta berkesempatan memperoleh pendapatan harian yang dijamin hingga Rp 400 ribu, sesuai ketentuan program. Khusus peserta program brand ambassador, tersedia tarif sewa VinFast VF e34 Cyan mulai Rp 234 ribu per hari.
Ada pula pilihan uji coba mobil listrik selama dua bulan dengan tarif Rp 7,54 juta per bulan. Skema ini memungkinkan pengemudi mengevaluasi biaya penggunaan kendaraan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kerja sebelum mengambil keputusan untuk jangka panjang.
Sementara itu, pengemudi sepeda motor dapat memilih skema sewa dengan opsi kepemilikan setelah dua tahun atau penyewaan berdasarkan periode tertentu. Skema rent-to-own menawarkan pendapatan harian yang dijamin hingga Rp 160 ribu sesuai persyaratan.
Pilihan lainnya berupa sewa selama tiga, enam, atau 12 bulan dengan uang jaminan Rp 150 ribu. Pada dua bulan pertama, peserta berkesempatan memperoleh pendapatan harian yang dijamin sebesar Rp 160 ribu, ditambah peluang bonus berdasarkan kinerja.
Biaya Energi Jadi Pertimbangan
Penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu cara yang ditawarkan untuk menekan biaya operasional. Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada jarak tempuh, pola kerja, serta kebutuhan pengisian daya atau penukaran baterai.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Technology pada 2023 mengenai pengemudi transportasi daring di Indonesia melaporkan potensi penghematan biaya hingga 68 persen ketika pengemudi beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke sepeda motor listrik. Angka tersebut mengacu pada asumsi dan kondisi operasional dalam penelitian.





