Polisi Jogo Sekolah, Jurus Polda Jatim Cegah Perundungan hingga Narkoba

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Surabaya -

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meluncurkan program Polisi Jogo Sekolah. Program ini untuk mencegah perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai pengaruh negatif yang mengancam masa depan pelajar.

"Generasi muda inilah yang akan mengisi momentum Indonesia Emas 2045. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya," ujar Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purwono di Mapolda Jatim, dilansir Antara, Rabu (21/10/2026).

Peluncuran program tersebut ditandai dengan Apel Satuan Tugas (Satgas) Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolda Jatim di Lapangan Mapolda Jatim.

Baca juga: Polda Jatim Gelar Operasi Patuh Semeru 2026 Mulai 26 Oktober, Ada Tilang Manual

Program itu mengedepankan pendekatan preemtif, persuasif, dan humanis dengan menempatkan personel kepolisian sebagai mitra serta pendamping pelajar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Dekananto mengatakan pelajar merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sehingga perlindungan terhadap mereka menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Ia juga menyoroti perundungan yang kerap dianggap sebagai gurauan, padahal dapat berdampak serius terhadap korban dan dalam kondisi tertentu berpotensi masuk ke ranah hukum.

Melalui program tersebut, personel kepolisian akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan.

"Kami ingin polisi menjadi orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa kepolisian hadir untuk melindungi," tegasnya.

Kapolda menginstruksikan seluruh personel agar mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis dalam mendampingi pelajar.

Personel juga diminta membangun komunikasi dengan siswa serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua untuk mengenali sejak dini faktor yang berpotensi mengganggu keamanan dan perkembangan anak.

Polda Jatim akan melakukan pemetaan sekolah sebagai dasar penempatan personel dan penentuan pola pendampingan.

Sekolah yang membutuhkan penguatan pencegahan akan mendapatkan pendampingan lebih intensif, terutama terkait potensi tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba.

Pelaksanaan program tersebut juga akan dievaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas dan manfaatnya bagi pelajar, sekolah, serta masyarakat.

Baca juga: Polda Jatim Kerahkan Personel Bantu Padamkan Karhutla di Bromo

Polda Jatim merencanakan penerapan program secara serentak di seluruh kepolisian resor (Polres) jajaran.

Untuk mendukung pelaksanaannya, kepolisian akan berkolaborasi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK), kepala sekolah, wali kelas, orang tua, serta dinas pendidikan.

Dekananto menegaskan pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui kerja sama lintas sektor karena perkembangan remaja tidak hanya dipengaruhi lingkungan sekolah, tetapi juga keluarga, pergaulan, dan lingkungan sosial.

"Anak-anak kita memiliki masa depan panjang. Jangan sampai karena kurang pemahaman, mereka terjerumus persoalan hukum. Ini yang kita cegah sejak dini," katanya.




(idh/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marcos Reina Ungkap Pendekatan Humanis kepada Pemain Persik Berbuah Manis di BRI Super League Musim Ini
• 1 jam lalubola.com
thumb
Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Belanja AI
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis dan Dokter Gigi untuk Percepat Pemerataan Tenaga Medis
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Eksplorasi Privilege Kesehatan Eksklusif BRI Private dan BRI Prioritas
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa 7 M di Tibet Terkuat Sejak 2024: 16 Orang Tewas, 11 Kritis
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.