Amran Puji Prabowo, Ungkap Data-Bukti Sukses Kalahkan Era Soeharto

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto mengunjungi sawah di Merauke untuk program Swasembada Pangan (Foto: Dok. Kementan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan nilai tukar petani (NTP) dan cadangan stok beras Indonesia mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan capaian itu, menjadi yang tertinggi sejak era Presiden RI ke - 2 Soeharto.

Hal ini disampaikan Amran saat Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Amran mengatakan indeks NTP Indonesia kini mencapai 131, angka itu diklaim menjadi yang tertinggi sejak 1992, bahkan sejak Indonesia merdeka.

"Karena kebijakan Bapak Presiden, harga pupuk turun 20% dinikmati 115 juta petani Indonesia. Kemudian HPP, harga gabah beras naik, sehingga sekarang NTP-nya, Nilai Tukar Petani 131, dan ini tertinggi sejak '92 bahkan sejak merdeka," kata Amran, dikutip Jumat (23/10/2026).


Lebih lanjut cadangan beras Indonesia pada Oktober 2026 juga mencapai 4,56 juta ton. Menurut Amran hal itu juga merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, bahkan melampaui rekor sebelumnya pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

"Dalam Stok kita, izin Bapak Presiden, sejak '92 sampai dengan tahun 2026, pernah dulu mencapai 2,6 juta tahun '84. Itu swasembada pada saat Pak Harto, kepemimpinan beliau. Kemudian sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober itu 4,56 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran.

Baca: Ini 8 Komoditas Pangan RI yang Swasembada di 2026: Beras - Cabai

Dia juga menyebut stok beras Indonesia juga pernah mencapai 5,37 juta ton.

Amran mengatakan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini tidak hanya ditopang beras tersimpan di gudang, tapi juga potensi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan serta stok di hotel, restoran, rumah tangga, dan sektor lainnya.

Adapun potensi produksi dari tanaman yang masih berada di sawah atau standing crop mencapai 10 juta ton, sementara di sektor horeka mencapai 10 juta ton, ditambah 4,5 juta ton yang berada di gudang. Dengan demikian total ketersediaan beras yang dipaparkan mencapai 25 juta ton.

"Kebutuhan per bulan itu 2,5 juta ton. Artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan, sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman," katanya.

Dalam kesempatan itu Amran juga memaparkan kinerja sektor pertanian yang menunjukkan perkembangan positif. PDB sektor pertanian tercatat tumbuh 5,74%, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam dalam periode 2001 - 2025.

Dari nilai ekspor juga meningkat hingga Rp166 triliun, sedangkan impor turun Rp41 triliun. Secara keseluruhan Amran mengklaim nilai tambah sektor pertanian mencapai Rp208 triliun bagi perekonomian.

"Totalnya 208 triliun. Itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20%, HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden," tuturnya.

Baca: Ini yang Terjadi di Pertanian RI Selama 2 Tahun Prabowo-Gibran

(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Pemerintah Atur Pengelolaan Sarpras Hingga Tenaga Penyuluhan Pertanian

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UC Makassar Buka Dua Spesialisasi Magister Manajemen
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Jalan di Depok Banjir Semalan Padahal Tak Ada Hujan, Ini Sebabnya
• 11 jam laludetik.com
thumb
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nova Paloh Gelar Donor Darah hingga Pemeriksaan Kesehatan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Emiten Haji Isam (PACK) Incar Dana Rp8,19 Triliun Lewat Right Issue untuk Borong 2 Perusahaan Nikel
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.