Stella Christie: Indonesia Kaya Budaya, tapi Lemah di Brand IP Dunia

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif dunia. Kekayaan budaya, batik, kerajinan, hingga beragam produk lokal menunjukkan bahwa kreativitas bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. 

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyoroti pentingnya membangun brand dan intellectual property (IP) agar ide kreatif tidak berhenti sebagai produk, tetapi dapat terus dikembangkan, dikenal, dan diperdagangkan.

“Creative economy itu bertumpu kepada hasil atau buah dari pemikiran. Dan hasil dari buah pemikiran itu luar biasanya satu, tidak akan pernah habis. Tidak akan pernah habis dibagi, dijual, disebarluaskan, diperdagangkan. Itu terus bertumbuh, bukan malah berkurang,” ujarnya dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026..

Tak hanya itu, Stella juga menilai kekayaan budaya Indonesia seharusnya menjadi modal kuat untuk memperbesar peran ekonomi kreatif di tingkat internasional. Ia mencontohkan batik dan berbagai produk kerajinan yang dikenakannya sebagai bukti kreativitas lokal.

 

Baca Juga :

Sokong Produk Lokal Go Global, Kemendag Optimalkan Jaringan 33 Negara


Meski demikian, ia mempertanyakan mengapa kekayaan tersebut belum menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi kreatif dunia.

“Tetapi kenapa kok kita belum menjadi number one creative economy power? Karena kita masih kurang jualan brand IP-nya. Masih kurang jualan brand IP-nya,” ujar Stella.

Menurutnya, pengembangan merek dan IP perlu dilakukan secara konsisten agar produk kreatif Indonesia tidak hanya dikenal sesaat. Ia mencontohkan Jepang dan Korea sebagai negara yang dapat menjadi pembanding dalam membangun dan memasarkan identitas produk kreatif.

“Dan untuk bisa jualan brand IP ini terus menerus, seperti Jepang, Korea, Indonesia sebenarnya jauh lebih keren. Tetapi brand-nya itu, bagaimana membangun brand-nya, itu yang tadi saya bilang perlunya kontinuitas dan juga portabilitas,” katanya.

Stella menjelaskan, kontinuitas berarti ide kreatif perlu dikembangkan secara berkelanjutan, bukan hanya muncul sebagai gagasan sesaat. Sementara itu, portabilitas berkaitan dengan kemampuan mengemas ide agar mudah dibawa, diceritakan, disebarluaskan, dan diperdagangkan.

“Bukan sekali kita punya creative idea, tetapi cara untuk mengeluarkan creative idea itu terus menerus,” ujarnya seraya menekankan bahwa produk kreatif perlu dikemas dengan baik dan mudah untuk dibawa-bawa supaya lebih mudah menjangkau pasar. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Stella Christie: Indonesia Kaya Budaya, tapi Lemah di Brand IP Dunia Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/JKR2rr7K-stella-christie-indonesia-kaya-budaya-tapi-lemah-di-brand-ip-dunia

(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MenPAN-RB Ungkap Warisan Pemikiran Mochtar Kusumaatmadja bagi Diplomasi RI
• 15 jam laludetik.com
thumb
Berburu Tiket Semifinal, Ini Jadwal Tampil 8 Wakil Merah Putih di French Open 2026
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Polda Sulteng amankan 40 orang dalam operasi penggerebekan narkotika
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Demi Jerat Korporasi dan Miskinkan Koruptor MBG, Kejagung Disarankan Follow the Money
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Kepercayaan Klub BRI Super League 2026/2027 pada Kiper Lokal Meningkat: Kesempatan Baik untuk Ardiansyah Cs
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.