Dua Kali Bupati Bekasi Diganti karena Korupsi: Penggantinya Kakak-Adik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dua kali kepala daerah Kabupaten Bekasi tersandung korupsi disinggung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam pelantikan Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk sisa masa jabatan 2025-2030 di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10).

Dedi menyoroti pola pergantian kepemimpinan di Kabupaten Bekasi. Pada periode sebelumnya, Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemudian posisinya digantikan oleh Wakil Bupati Eka Supria Atmaja.

Kini, pergantian serupa kembali terjadi setelah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang tersandung kasus korupsi. Posisi Ade kemudian digantikan oleh wakilnya, Asep Surya Atmaja.

Menariknya, Asep merupakan adik dari Eka Supria Atmaja, yang sebelumnya juga menggantikan posisi bupati setelah Neneng tersandung kasus hukum.

"Wakil Bupati berubah jadi bupati dalam sebuah kasus yang sama. Kemudian dulu yang menggantikan Ibu Neneng adalah kakaknya, sekarang yang menggantikan Pak Asep, adalah adiknya," kata Dedi dalam sambutannya.

Dedi kemudian menyebut rangkaian peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang tidak mudah dipahami hanya melalui cara berpikir manusia.

"Artinya bahwa peristiwa yang bersifat kausalitas, rahasia-rahasia alam tidak bisa dibaca oleh cara berpikir manusia," ujarnya.

Neneng Hassanah Yasin terjerat perkara korupsi terkait perizinan proyek di Kabupaten Bekasi. Wakilnya saat itu, Eka Supria Atmaja, kemudian meneruskan kepemimpinan di Kabupaten Bekasi.

Beberapa tahun berselang, Kabupaten Bekasi kembali menghadapi kasus korupsi yang menjerat kepala daerahnya. Ade Kuswara Kunang ditangani KPK dalam perkara korupsi lelang proyek.

Setelah Ade tersandung perkara tersebut, Asep Surya Atmaja yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Bekasi kemudian dilantik menggantikannya.

KDM Minta Asep Bekerja untuk Masyarakat

Dalam sambutannya, Dedi juga menceritakan perjalanan politik Asep sebelum akhirnya menjabat sebagai Bupati Bekasi. Ia menyebut Asep pernah menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar dan maju sebagai calon anggota DPR RI sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi.

Menurut Dedi, perjalanan Asep hingga menjadi bupati merupakan hasil dari kerja kerasnya sebagai politisi sekaligus dokter.

"Apa yang membuat dr. Asep jadi Bupati? Karena kerja keras sebagai seorang politisi dan dokter," kata Dedi.

Dedi meminta Asep memanfaatkan jabatan tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan penataan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan pemerintahan agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tetap terjaga.

Dedi berharap Asep mampu menjalankan amanah sebagai kepala daerah dengan mempercepat pembangunan dan memastikan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Timur Tengah, Persiapan Serang Iran?
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Suhu Bandung Tembus 36,8 Derajat Celsius, Lampaui Rekor El Nino 2023 | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Perhatian! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Turun Rp 10.000 Lagi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PN Jaksel Hadirkan Saksi Ahli Pidana Jelaskan Unsur Pidana di Sidang Dugaan Pemerasan Pengusaha
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cipta Kridatama Seimbangkan Bisnis & ESG dengan Bagikan Sembako dan CKG untuk Warga
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.