Penampakan Lab Narkoba 1,2 Ton di Pidie Aceh yang Dibongkar Polri hingga BNN

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengecek langsung lokasi pabrik gelap tersebut.

Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang diterima, Jumat (23/10/2026), laboratorium narkotika tersebut berada di deretan ruko kawasan Mutiara Timur, Pidie, Aceh. Terdapat dua unit ruko yang disulap para pelaku menjadi tempat memproduksi sabu cair menjadi sabu siap edar.

Dari luar, bangunan bertingkat tersebut tampak seperti ruko pada umumnya dengan balutan cat dan pintu bernuansa putih. Saat ini, bagian depan bangunan itu telah dipasangi garis polisi (police line).

Masuk ke bagian dalam, ruko tersebut terbagi ke dalam berbagai ruangan yang difungsikan untuk seluruh tahapan proses produksi. Berbagai sudut ruangan tampak dipenuhi beragam peralatan dan bahan kimia pembuatan narkotika.

Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, membongkar laboratorium narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026). (Dok. Istimewa)
Baca juga: Narkoba 1,2 Ton di Aceh Dibongkar, Bea Cukai: RI Tak Boleh Jadi Pabrik Narkoba

Di lokasi tersebut terlihat persediaan sabu cair, tabung gas, kompor, alat penyinaran, mesin pendingin, timbangan, ember, hingga paket sabu yang sudah selesai dikemas dan siap diedarkan.

Dari hasil operasi gabungan tersebut, petugas menyita sekitar 1,2 ton sabu serta mengamankan sejumlah orang yang berada di lokasi. Clandestine lab di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia.

Sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara.

Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal Taiwan.




(ond/rfs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Infografis: 10 Negara dengan Pertumbuhan Orang Kaya Tertinggi
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Pramono Mulai Hitung Kebutuhan Dana LRT Jakarta Untuk Diajukan ke Danantara
• 9 jam laludetik.com
thumb
Kejari Bone Bolango Verifikasi 22 Pasangan Calon Peserta Isbat Nikah via Program JAKSA SAKTI
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laura Moane Ungkap Pengalaman Pertama Main Film Horor di "The Doll Ghawiah"
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.