333.470 Kasus ISPA Tercatat akibat Karhutla, 75.172 di Antaranya Balita

cumicumi.com
4 jam lalu
Cover Berita
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌

Cumicumi.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, 75.172 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Kasus tersebut tercatat di 68 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla. Berdasarkan data Kemenkes per 21 Oktober 2026, sebanyak 258.298 kasus lainnya dialami kelompok usia di atas lima tahun.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, memaparkan perkembangan kasus tersebut dalam agenda Info Bencana Terkini pada Kamis (22/10/2026). Ia menyebut ribuan kasus masih tercatat dalam laporan harian.

"Saat ini kondisi ISPA di wilayah terdampak secara kumulatif mencapai 333.470 kasus. Adapun jumlah penderita ISPA berdasarkan data harian pada 21 Oktober 2026 sebanyak 4.522 orang," ujar Suyanti.

Suyanti juga menjelaskan bahwa peningkatan kasus ISPA mulai terlihat sejak awal musim kemarau, yakni Juli hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah risiko karhutla yang meningkat di sejumlah daerah.

Tujuh provinsi yang masuk dalam pemantauan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ISPA dan asma hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Asap juga mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik lain yang berisiko bagi kesehatan.

Kemenkes turut memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Di Kalimantan Tengah, tujuh kabupaten/kota tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori berbahaya. Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau juga mengalami kondisi udara yang perlu diwaspadai.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Kemenkes memperkuat upaya pencegahan melalui pembagian masker, edukasi kepada masyarakat, serta pemantauan kualitas udara dan dampak kesehatan di permukiman.

Suyanti menegaskan kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja luar ruangan, perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganan dampak karhutla.

Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
PNBP hingga Ekspor Meningkat, Sektor Kelautan dan Perikanan Tunjukkan Kinerja Positif di 2 Tahun Prabowo-Gibran
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
8 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final French Open 2026
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
PANDI dan BSSN Kaji Bentuk Tim Tanggap Mitigasi Serangan Hacker Imbas PHP2SHELL
• 6 menit lalukatadata.co.id
thumb
KJRI Johor Bahru dan Imigrasi Malaysia Pulangkan 150 PMI, Total Deportasi 2026 Capai 5.021 Orang
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.