Orang Utan Pilih Makanan Tergantung Suara Tawa Teman

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Ternyata bukan hanya manusia yang dipengaruhi perasaan saat memilih makanan. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang utan cenderung lebih menyukai makanan yang sebelumnya dikaitkan dengan suara tawa dan kegembiraan sesamanya. Temuan ini membuktikan bahwa emosi memegang peran penting dalam cara hewan belajar dan mengambil keputusan.

Peneliti mengamati enam ekor orang utan di dua lembaga penangkaran. Pada tahap awal, setiap orang utan diajarkan mencari camilan lezat di dalam mangkuk yang ditutup lumut atau serbuk kayu. Saat mereka mencari makanan tersebut, peneliti memutar rekaman suara - kadang suara angin atau lingkungan, kadang suara orang utan lain yang sedang bermain dan tertawa.

Setelah beberapa hari, kedua mangkuk sama-sama berisi makanan. Hasilnya, sebagian besar orang utan memilih mangkuk yang sebelumnya disertai suara tawa temannya. Empat dari enam ekor menunjukkan kecenderungan yang jelas.

Menurut Erica Cartmill, pemimpin penelitian dari Universitas Indiana, suara tawa membuat orang utan berada dalam suasana hati yang lebih baik saat belajar. Kenangan itu tertinggal, sehingga saat memilih kembali, mereka secara tidak sadar condong ke arah yang dikaitkan dengan kesenangan.

Pilihan Redaksi
  • Astronom Kaget Temukan Bintang Warna Hijau
  • BMKG Prediksi Hujan Lebat di 9 Wilayah RI Hari Ini, 21 Oktober
  • Pertanda Buruk Muncul Dekat RI, Lebih Berlimpah dari 1 Abad Lalu

"Ini menunjukkan bahwa apa yang dirasakan saat belajar ikut memengaruhi cara kita mengingat dan menilai sesuatu, bukan sekadar seberapa banyak atau seberapa sering hadiah itu diberikan," ujar Cartmill seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (23/10/2026).

Peneliti lain yang tidak terlibat dalam penelitian, Adriano Lameira dari Universitas Warwick, menggambarkan temuan ini menarik, "Mendengar yang lain bersenang-senang, orangutan seolah berkata, 'Saya mau apa yang mereka makan, tolong!'"

Hasil ini tidak hanya berlaku bagi hewan. Cartmill menjelaskan bahwa hal serupa kemungkinan terjadi pada manusia. Siswa yang belajar dalam suasana hati baik mungkin tidak hanya lebih cepat paham, tetapi juga lebih menghargai apa yang dipelajari dan lebih cenderung melanjutkannya di masa depan. Sebaliknya, belajar dalam keadaan cemas dapat membuat seseorang menjauhi bidang tersebut kelak.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota Komisi II Ungkap Alasan Wacana Penambahan Komisioner KPU RI Jadi 9 Orang
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak WNA Usil di Kalibata City sampai Diangkut Imigrasi
• 20 jam laludetik.com
thumb
Ribuan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di Aceh Kembali Produktif
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jerman Dorong Perluasan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset dengan Indonesia
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sesi 1 Ditutup Menguat 1,09 Persen ke Level 5.446,74
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.