Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda perkebunan pohon pinus di Desa Buntu Buda, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kobaran api yang sempat padam kembali berkobar dan menghanguskan ratusan hektare lahan akibat hembusan angin kencang yang memicu sisa bara api.
Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas warga yang hendak membuka lahan perkebunan baru. Tiupan angin kencang di lokasi membuat api menyebar dengan cepat dan membakar ranting-ranting kering di area perbukitan.
Kendala utama dalam proses pemadaman adalah keterbatasan akses kendaraan. Mobil armada pemadam kebakaran tidak mampu menjangkau titik api yang berada jauh di puncak bukit berlereng terjal dan ekstrem.
Akibat keterbatasan alat dan armada, warga setempat terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan kayu, dahan, dan ranting pohon, serta menggali jalur sekat tanah agar kobaran api tidak meluas ke area perkebunan lainnya.
Baca Juga :
Kebakaran Hutan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan Hanguskan 2.300 Hektare
"Hutan pinusnya orang gunung ini sangat jauh dari jalan sehingga tidak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran. Jadi kami hanya bisa melakukan upaya pemadaman secara manual dengan menggunakan kayu dan membuat jalur," ujar salah seorang warga, Anis dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia menambahkan bahwa warga harus membuat jalur sekat berulang kali karena kobaran api terus melompati pembatas yang telah dibuat sebelumnya.
"Dan jalur yang kami buat hari ini, ini sebenarnya sudah jalur ketiga karena jalur pertama dan kedua itu masih bisa diseberangi api," terangnya.
Hingga saat ini, warga bersama petugas setempat masih berupaya menjaga area bukit guna mengantisipasi perambatan api lebih lanjut ke wilayah pemukiman maupun hutan sekitar.




