HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persib Bandung gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati Persija Jakarta di papan atas Super League 2026/2027 setelah secara mengejutkan ditaklukkan Madura United dengan skor tipis 0-1 pada pekan keenam.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Maung Bandung karena mereka sejatinya datang ke Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, dengan ambisi membawa pulang poin untuk memangkas jarak dengan Persija yang berada di puncak klasemen.
Namun, pertandingan yang berlangsung Kamis (22/10/2026) malam WIB itu justru berakhir pahit bagi Persib setelah gol Dimitar Mitkov pada menit ke-89 memastikan kemenangan Laskar Sape Kerrab.
Hasil tersebut membuat Persib tetap tertahan di posisi keenam dengan koleksi 10 poin dari enam pertandingan, sementara Persija semakin nyaman di puncak klasemen dengan 15 poin.
Jarak lima poin antara kedua tim menjadi gambaran bahwa Persib masih harus bekerja keras apabila ingin kembali masuk ke dalam persaingan papan atas.
Kekalahan dari Madura United juga terasa semakin menyakitkan karena Persib sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencuri kemenangan dari kandang lawan.
Pelatih Persib, Igor Tolic, bahkan menilai timnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan dan memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol.
Namun, persoalan penyelesaian akhir kembali menjadi pembeda karena berbagai kesempatan yang didapatkan Pangeran Biru tidak berhasil dikonversi menjadi gol.
“Menurut saya, kami bermain cukup baik untuk memenangkan pertandingan, kami menciptakan beberapa peluang, tetapi tidak berhasil mencetak gol,” ujar Tolic dikutip dari laman I.League, Jumat (23/10/2026).
Alih-alih mencetak gol kemenangan, Persib justru harus menerima hukuman pada penghujung pertandingan ketika Mitkov memanfaatkan peluang untuk membobol gawang Pangeran Biru.
Gol tersebut membuat seluruh perjuangan Persib selama hampir 90 menit berakhir tanpa poin.
Tolic pun menyebut kekalahan tersebut terjadi karena timnya dihukum akibat satu kesalahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh Madura United.
“Kami dihukum karena satu kesalahan, dan akhirnya kalah dalam pertandingan ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa tipisnya margin kesalahan dalam persaingan papan atas Super League musim ini karena satu momen dapat menentukan hasil pertandingan.
Persib sebenarnya mampu menjaga permainan tetap kompetitif hingga memasuki fase akhir, tetapi kegagalan mencetak gol membuat mereka tidak memiliki keunggulan ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial.
Sebaliknya, Madura United menunjukkan efektivitas yang dibutuhkan sebuah tim untuk memenangkan pertandingan ketat.
Laskar Sape Kerrab tidak harus mendominasi sepanjang pertandingan untuk mendapatkan tiga poin karena mereka hanya membutuhkan satu peluang yang mampu diselesaikan dengan baik.
Kemenangan tersebut sekaligus memperkuat posisi Madura United sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas.
Dengan tambahan tiga poin, Madura United kini mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan dan berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Posisi tersebut membuat Madura United hanya terpaut dua poin dari Persija Jakarta yang berada di puncak.
Situasi ini membuat persaingan papan atas Super League semakin menarik karena Persija, Madura United, dan sejumlah tim lain masih memiliki peluang untuk saling mengejar.
Bagi Persib, kekalahan dari Madura United menjadi pengingat bahwa status sebagai salah satu kandidat kuat tidak otomatis menjamin kemenangan di setiap pertandingan.
Tolic mengakui kualitas Madura United dan memberikan apresiasi kepada tuan rumah yang mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik.
“Kami sudah menampilkan permainan yang bagus, tetapi tim tuan rumah juga merupakan tim yang bagus,” kata Tolic.
“Mereka berada di papan atas klasemen dan memiliki banyak poin,” lanjutnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Persib tidak hanya menghadapi persoalan internal dalam penyelesaian akhir, tetapi juga berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas serta konsistensi untuk bersaing di papan atas.
Kondisi semakin menuntut karena Persib tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan tersebut.
Jadwal padat sudah menunggu Pangeran Biru dalam beberapa hari ke depan sehingga tim harus segera mengembalikan kondisi fisik dan mental pemain.
“Hal baiknya, kami masih memiliki pertandingan lain dalam tiga hari ke depan, jadi tidak ada waktu untuk terlalu lama memikirkan kekalahan ini,” ujar Tolic.
Situasi berbeda terlihat di puncak klasemen setelah Persija Jakarta berhasil mengamankan kemenangan besar atas Arema FC.
Macan Kemayoran menghancurkan Singo Edan dengan skor 5-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam.
Kemenangan telak tersebut membuat Persija semakin kokoh di posisi pertama dengan 15 poin dari enam pertandingan.
Namun, di balik pesta kemenangan tersebut, pelatih Persija Shin Tae-yong justru memberikan perhatian khusus terhadap suasana pertandingan dan hubungan antarsuporter.
Shin mengapresiasi The Jakmania dan Aremania yang mampu menjaga pertandingan tetap kondusif meskipun kedua kelompok memiliki rivalitas masing-masing.
Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, sepak bola tidak semestinya hanya dinilai dari skor akhir, tetapi juga dari bagaimana para pendukung menunjukkan rasa hormat terhadap pihak lawan.
“Sebagai pelatih, saya sangat bahagia dan bersyukur, kita harus tahu cara menghormati pihak lawan,” kata Shin Tae-yong.
Ia juga menekankan bahwa sikap saling menghormati harus berlaku ketika Persija bermain di kandang maupun saat menjalani pertandingan tandang.
Bagi Shin, suasana stadion yang aman dan kondusif justru dapat memberikan ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik tanpa terganggu persoalan di luar lapangan.
Sementara itu, persaingan di papan atas kini semakin terbuka setelah Madura United berhasil meruntuhkan ambisi Persib Bandung.
Persija mendapatkan keuntungan terbesar dari hasil tersebut karena jarak dengan Persib melebar menjadi lima poin, sedangkan Madura United semakin dekat dengan posisi puncak.
Kemenangan Madura United juga menjadi bukti bahwa persaingan musim ini tidak hanya akan mempertemukan tim-tim besar secara langsung, tetapi juga sangat ditentukan oleh konsistensi ketika menghadapi pertandingan yang secara teori dapat dimenangkan.
Persib kini harus segera merespons kekalahan tersebut karena perjalanan musim masih panjang dan setiap kehilangan poin dapat membuat jarak dengan pemuncak klasemen semakin sulit dikejar.
Dengan 10 poin dari enam pertandingan, Pangeran Biru masih memiliki peluang untuk kembali ke jalur persaingan, tetapi perbaikan penyelesaian akhir menjadi pekerjaan penting yang tidak bisa ditunda.
Sementara Persija akan berusaha mempertahankan posisi teratas setelah mendapatkan tambahan kepercayaan diri dari kemenangan besar atas Arema FC.
Di antara keduanya, Madura United justru muncul sebagai ancaman baru setelah berhasil menumbangkan Persib dan mengumpulkan 13 poin.
Persaingan papan atas Super League 2026/2027 pun mulai menunjukkan bentuknya, dengan Persija berada di puncak, Madura United membuntuti, sementara Persib harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal.
Bagi Pangeran Biru, kekalahan 0-1 di Pamekasan bukan akhir perjalanan, tetapi menjadi peringatan bahwa peluang yang terbuang dan satu kesalahan kecil dapat mengubah arah persaingan.
Dan ketika Persija semakin kokoh di puncak serta Madura United terus mengintai, Persib kini dituntut memberikan jawaban pada pertandingan berikutnya.





