Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengobatan penyakit serius pada anak tidak hanya menjadi tantangan bagi pasien, tetapi juga bagi orang tua yang harus mendampingi selama proses perawatan. Ketika anak dirujuk ke rumah sakit di luar kota, keluarga perlu memikirkan biaya transportasi, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari di tengah kekhawatiran terhadap kondisi buah hati.

Situasi ini dapat menjadi semakin berat ketika pengobatan berlangsung lama dan orang tua harus meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi anak. Di sisi lain, dukungan keluarga dan lingkungan yang nyaman tetap dibutuhkan agar anak merasa aman selama menjalani perawatan.

Baca Juga :
5 Tips Membentuk Anak Mandiri dan Tangguh, Orang Tua Perlu Beri Ruang untuk Belajar
Ayah di Bandung Aniaya Anak Kandung hingga Tewas: Berawal Cekcok Uang Rp 500 Ribu Buat Judol

Salah satu gambaran tantangan tersebut dialami Angeline, anak berusia 10 tahun asal Rembang, Jawa Tengah, yang didiagnosis mengalami sindrom Guillain-Barré (Guillain-Barré Syndrome/GBS) pada Februari 2026. Kondisinya sempat kritis hingga harus dirawat di ruang intensif dan menggunakan ventilator.

Angeline kemudian dirujuk ke RSAB Harapan Kita, Jakarta. Jarak yang jauh dari kampung halaman membuat keluarganya harus beradaptasi dengan situasi baru sekaligus menghadapi kebutuhan selama mendampingi proses pengobatan.

Ayah Angeline, yang saat itu bekerja sebagai nelayan di Afrika, bahkan menempuh perjalanan laut selama 14 hari untuk pulang ke Indonesia. Baginya, kehadiran di tengah keluarga menjadi hal yang tidak bisa digantikan oleh bantuan finansial semata.

"Anak dan istri saya lebih membutuhkan kehadiran saya, bukan hanya uang," ujar sang ayah, mengutip keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Di tengah proses perawatan tersebut, keluarga Angeline mendapatkan tempat tinggal sementara melalui rumah singgah. Fasilitas ini membantu mereka tetap dekat dengan Angeline tanpa harus mengeluarkan biaya penginapan.

“Di luar ekspektasi kami, semua stafnya sangat peduli, sampai petugas kebersihan juga sudah seperti keluarga sendiri. Tidak ada uang pun tidak apa-apa, yang penting anak bisa sehat. Kebersamaan keluarga sangatlah berharga,” tutur Ayu, ibunda Angeline.

Angeline juga merasakan perbedaan ketika berada di tempat singgah tersebut, terutama karena tidak harus menghadapi masa pengobatan dalam suasana terasing.

“Kalau di kampung merasa sendiri, tapi di rumah singgah merasa banyak yang menemani dan tenang. Rasanya lebih aman dan terjaga," ucapnya.

Baca Juga :
Dokter di Bandung Bantah Cabuli Anaknya, Polda Jabar Selidiki Korban Bisa Tertarik Konten Pornografi
Pengakuannya Bikin Merinding! Detik-detik Anak Mutilasi Ayah Kandung di Brebes
Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ancam Cabut Konsesi Perusahaan Nakal Sebut Melanggar hingga 19 Kali, Bahlil Diperintahkan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Murka soal Penyimpangan MBG: Pecat, Bersihkan sampai Bersih!
• 9 jam laluokezone.com
thumb
GBLA Belum Rampung, Persib Kembali Gunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk 2 Laga BRI Super League
• 9 jam lalubola.com
thumb
Persib Tumbang, Igor Tolic: Kami Dihukum karena Satu Kesalahan
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: BCA Hadir dalam Indonesia Golf Festival 2026 di ICE BSD
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.