Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam laporannya, Kapolri menegaskan bahwa jajaran Polri telah menetapkan sebanyak 243 orang perorangan dan 13 korporasi sebagai tersangka perusakan lingkungan hidup masif tersebut.

"Terkait dengan penegakan hukum karhutla yang kami laksanakan, yang pertama terkait dengan perorangan ada 13 Polda yang melakukan penegakan hukum. 286 LP, luas yang terbakar adalah 5.856 hektare, jumlah tersangka 243," papar Jenderal Suyudi.

Karhutla Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Sumber :
  • Instagram @zaskiadyamecca

Tak hanya menyasar pelaku perorangan, ketegasan Polri ditunjukkan pada penanganan tindak pidana karhutla skala besar yang melibatkan korporasi.

Sebanyak 10 Polda bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menangani 100 Laporan Polisi (LP) korporasi dengan total luas area terbakar mencapai 29.534,99 hektare.

Dari penanganan tersebut, sebanyak 13 korporasi resmi berstatus tersangka. Bahkan, Polri telah melayangkan rekomendasi resmi untuk pencabutan izin usaha terhadap 23 perusahaan.

"Untuk 11 korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, delapan korporasi berada di Kalimantan Barat, dua korporasi di Kalimantan Tengah, dan satu korporasi di Kalimantan Selatan," terang Kapolri.

Kapolri juga menyoroti keterlibatan modal asing dalam pusaran kasus karhutla. Terdata sebanyak 22 korporasi yang terafiliasi Penanaman Modal Asing (PMA) kini dalam pengawasan ketat dan proses penyidikan intensif.

Langkah taktis penindakan hukum ini menjadi penegasan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan kekayaan alam nasional serta menindak tegas para perusak lingkungan tanpa pandang bulu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku yang Direstorative Justice di Surabaya Jalani Kerja Sosial dan Pelatihan di Liponsos
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sejumlah Bank Sentral Dunia Tarik Penyimpanan Cadangan Emas ke Luar AS
• 46 menit lalukumparan.com
thumb
USD Yogyakarta Kirim Empat Mahasiswa ke NUNI Student Camp 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bobby Nasution Mengadu ke Kapolri, 5 Tahun Sumut Jadi Daerah Peredaran Narkoba Terbesar
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
BI Pangkas Frekuensi Lelang SRBI, Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar Uang
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.