Karantina Kepri musnahkan 29 ton bawang putih rusak asal China

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Batam, Kepri (ANTARA) - Balai Karantina Kepulauan Riau (Karantina Kepri) Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 29 ton bawang putih asal China setelah seluruh muatan dalam satu kontainer ditemukan dalam kondisi rusak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Batam, Kepri.

Kepala Karantina Barantin Hasim mengatakan tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan media pembawa yang masuk ke wilayah Indonesia memenuhi persyaratan dan tidak menimbulkan risiko.

"Bawang putih merupakan komoditas yang sangat penting karena digunakan dalam mengolah masakan. Karantina berkomitmen penuh dalam menjaga pangan segar asal tumbuhan yang dikonsumsi masyarakat dalam keadaan sehat dan aman," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Sabtu.

Puluhan ton bawang putih tersebut terlebih dahulu dihancurkan menggunakan ekskavator sebelum kemudian dikubur dengan tanah.

Hasim mengatakan temuan bermula ketika pengguna jasa mengajukan importasi bawang putih melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen.

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, benar, dan sah, pemeriksaan dilanjutkan terhadap kondisi fisik komoditas.

"Saat kontainer dibuka di gudang pemilik, petugas menemukan bawang putih dalam kondisi rusak. Kerusakan ditemukan pada seluruh muatan dalam satu kontainer," katanya.

Berdasarkan penelusuran, kondisi tersebut disebabkan mesin pendingin pada kontainer reefer yang membawa bawang putih tidak bekerja secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya tindakan pemusnahan.

Menurut Hasim, tahapan dan prosedur pemusnahan telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasim juga meminta pelaku usaha lebih memperhatikan kondisi komoditas yang akan dimasukkan ke Batam, terutama produk yang memerlukan penanganan khusus selama proses pengangkutan.

Perhatian terhadap rantai pendingin menjadi penting karena gangguan selama perjalanan dapat memengaruhi kondisi komoditas saat tiba di tempat tujuan.

Karantina Barantin juga mengingatkan pengguna jasa maupun masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan komoditas yang rusak, busuk, atau tidak layak dikonsumsi.

"Apabila ditemukan komoditas yang rusak, busuk, dan tidak layak konsumsi segera dilaporkan ke Karantina. Kita mau masyarakat tenang dan nyaman dalam menyantap makanan yang disajikan. Karena semua media pembawa yang dilalulintaskan telah melalui pemeriksaan Karantina," ujar Hasim.

Karantina Kepulauan Riau menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap komoditas yang dilalulintaskan dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta prosedur yang berlaku.

Baca juga: Karantina Kepri kembalikan bahan pangan milik pengusaha di Natuna

Baca juga: Barantin perkuat pengawasan lalu lintas komoditas di perbatasan Kepri

Baca juga: Karantina Kepri: Natuna pasok sirip hiu ke Surabaya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1 dari 4 Data Center Kekurangan Air, Berebut dengan Petani dan Warga
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aparat Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba di Perairan Belawan, 8 Pelaku Ditangkap
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Minta Jakpro Hitung Biaya Perpanjangan LRT ke JIS
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
2 Rumah Warga di Bogor Diacak-acak Maling, HP hingga Uang Raib
• 18 jam laludetik.com
thumb
Cara menghitung zakat akhir tahun 2026 dan contoh nominalnya
• 6 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.