Perusahaan Jepang KDDI Minta Maaf atas Kebakaran Cagar Alam Mongolia yang Hanguskan 530 Ribu Hektare Lahan

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI, menyampaikan permintaan maaf atas kebakaran besar yang menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug, Provinsi Dornod, Mongolia timur, setelah anak perusahaannya, Mobicom, dilaporkan terkait dengan insiden tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada 8 Oktober 2026 itu merusak sekitar 470.000 hektare kawasan lindung atau setara dengan 79,8 persen dari total luas cagar alam.

Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Jepang NHK pada Jumat (23/10/2026), sejumlah eksekutif Mobicom diketahui berada di kawasan tersebut ketika kebakaran terjadi.

KDDI menyatakan pihaknya memandang dampak kebakaran terhadap lingkungan alam Mongolia dengan "sangat serius."

Pemerintah Mongolia telah memulai penilaian menyeluruh terhadap kerusakan lingkungan akibat kebakaran tersebut.

Kebakaran Berawal dari Kawasan Lindung Numrug

Kebakaran terjadi pada Kamis (8/10/2026) di Kawasan Perlindungan Ketat Numrug yang terletak di Provinsi Dornod, Mongolia timur.

Api kemudian menyebar ke wilayah padang rumput yang luas dan menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala besar.

Menurut kantor berita pemerintah Mongolia, Montsame, petugas berhasil mengendalikan kebakaran pada 12 Oktober 2026.

Namun, proses pemadaman baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada 16 Oktober 2026.

Data awal Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim Mongolia yang dirilis Selasa (20/10/2026) menunjukkan kebakaran menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 470.000 hektare merupakan bagian dari kawasan cagar alam yang dilindungi.

Luas kerusakan di dalam kawasan lindung tersebut mencapai 79,8 persen dari keseluruhan wilayah cagar alam Numrug.

Eksekutif Mobicom Berada di Lokasi Saat Kebakaran Terjadi

KDDI mengonfirmasi bahwa Yasuhiro Ochi selaku pimpinan Mobicom di Mongolia bersama dua eksekutif lainnya berada di kawasan cagar alam ketika insiden terjadi.

Lebih dari 10 orang dan lima kendaraan milik Mobicom dilaporkan memasuki kawasan lindung pada 8 Oktober 2026.

Rombongan tersebut juga mencakup sejumlah warga negara Jepang.

Menurut laporan media Mongolia, salah satu kendaraan dalam rombongan mengalami kebakaran yang diduga menjadi pemicu meluasnya api ke kawasan padang rumput.

Namun, KDDI belum mengungkapkan secara terperinci penyebab awal kebakaran tersebut.

Perusahaan menyatakan bahwa rombongan Mobicom memasuki kawasan lindung untuk melakukan pengujian jaringan komunikasi 4G.

KDDI juga menyebut rombongan telah memperoleh izin resmi untuk memasuki wilayah tersebut.

KDDI Bantah Dugaan Kunjungan di Luar Pengujian Jaringan

Sejumlah media Mongolia mempertanyakan tujuan kunjungan rombongan Mobicom ke kawasan cagar alam Numrug.

Pemberitaan media setempat menyoroti kemungkinan adanya aktivitas lain, termasuk berburu atau menangkap spesies ikan yang terancam punah.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dipastikan melalui hasil penyelidikan resmi.

KDDI menjelaskan bahwa perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan kepada badan keamanan perbatasan sebelum kunjungan berlangsung.

Perusahaan juga menyatakan pergerakan rombongan mengikuti rute yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut KDDI, tujuan kunjungan yang diketahui perusahaan adalah melakukan pengujian jaringan telekomunikasi 4G.

KDDI menyatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai dugaan aktivitas lain sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Pemerintah Mongolia Siapkan Langkah Hukum dan Tuntutan Ganti Rugi

Pemerintah Mongolia menaruh perhatian terhadap besarnya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan kebakaran di kawasan lindung Numrug.

Menurut laporan media setempat, pejabat pemerintah berjanji akan meminta pertanggungjawaban hukum dari pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Pemerintah juga berencana menuntut kompensasi atas kerusakan yang terjadi akibat kebakaran tersebut.

Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim Mongolia telah memulai penilaian komprehensif untuk menghitung dampak ekologis dan kerusakan lingkungan.

Hasil penilaian tersebut akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai luas dan tingkat kerusakan yang terjadi di kawasan cagar alam.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan kemungkinan tanggung jawab pihak yang terlibat masih menunggu hasil penyelidikan resmi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Damai Cartenz Sita HP hingga Dokumen OPM saat Amankan Bior Telenggen
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Detik-detik BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M
• 36 menit laludetik.com
thumb
Lagi Asyik Nyabu di Dapur MBG, Dua Karyawan SPPG Sumenep Dibekuk Polisi
• 46 menit laluviva.co.id
thumb
Prancis Terjunkan 70.000 Polisi, Antisipasi Gelombang Demo Lanjutan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.