Kemacetan terjadi di kawasan Jalan Babatan Wiyung yang menuju ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan, Sabtu (24/10/2026) pagi. Penyebabnya, lumpur dari proyek pemasangan pipa meluber ke badan jalan.
Iptu Abdullah Kanit Lantas Polsek Wiyung mengatakan, lumpur itu keluar dari lokasi pengeboran saat pekerja memasang pipa High Density Polyethylene (HDPE) berdiameter sekitar satu meter.
Menurutnya, pengerjaan proyek sudah berlangsung sejak Jumat (23/10/2026) malam. Tapi, lumpur baru keluar pada Sabtu pagi ketika pekerja memasuki tahap akhir pemasangan pipa.
“Tadi malam sudah dikerjakan tidak mengeluarkan lumpur. Mulai tadi pagi itu pas finishing, informasi dari kontraktornya itu mengeluarkan lumpur,” kata Abdullah saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu pagi.
Abdullah menjelaskan, lumpur keluar dari satu titik pengeboran yang berada di depan FPL, tempat olahraga padel di kawasan Babatan Wiyung. Lumpur yang meluber ke jalan, kemudian menyebabkan penyempitan ruas sekaligus membuat permukaan jalan berpotensi licin saat dilintasi kendaraan.
Untuk mengatasinya, petugas proyek melakukan penyemprotan air guna membersihkan lumpur dari badan jalan. Sementara itu, polisi melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan dari kedua arah.
Abdullah mengatakan, antrean kendaraan dari arah barat sempat mengular hingga SPBU di kawasan Lidah. Sedangkan dari arah Wiyung, kepadatan terpantau mencapai sekitar SD Babatan.
Meski terjadi penyempitan, polisi memastikan arus lalu lintas di Jalan Babatan Wiyung menuju Unesa masih diberlakukan dua arah.
Untuk mengurangi kemacetan, Iptu Abdullah mengimbau pengendara dari arah Lidah yang hendak menuju Unesa sementara menggunakan jalur alternatif melalui Keramat Gang 1, menuju kawasan Dian Istana. Pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui kawasan tersebut hingga keluar di sekitar National Hospital.
Sementara itu, pengendara dari arah Wiyung atau Kedurus juga disarankan menggunakan jalur alternatif dengan putar balik di sekitar Polsek Wiyung, kemudian menuju Dian Istana melalui Keramat Gang 1.
Abdullah mengatakan, personel Unit Lantas Polsek Wiyung bersama anggota patroli telah dikerahkan untuk melakukan pengaturan di sejumlah titik. Petugas disiagakan antara lain di kawasan lampu lalu lintas Kedurus dan Simpang Srikandi, sekitar patung ayam di Babatan Unesa.
Selain mengatur kendaraan, polisi juga akan berkoordinasi dengan kontraktor proyek untuk memastikan penanganan lumpur yang keluar dari lokasi pengeboran. Hingga berita ini ditayangkan, terpantau pukul 10.00 WIB petugas proyek masih membersihkan lumpur yang meluber ke jalan tersebut. (bil/iss)




