Pasukan militer Iran diminta untuk menjaga tingkat kesiapan tempur pada level tertinggi, di tengah potensi serangan terbaru Amerika Serikat (AS).
Perintah tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Sabtu (24/10/2026), disampaikan oleh Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi.
Dalam perintahnya, Jahanshahi juga memperingatkan pasukannya bahwa kelalaian dalam masa perang dapat berakibat serius.
"Dalam kondisi perang, kelalaian atau kecerobohan apa pun dapat menimbulkan konsekuensi yang berat," kata Jahanshahi, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim, pada Jumat (23/10).
Dia menekankan bahwa menjaga kesiapan operasional yang efektif memerlukan pelatihan berkelanjutan, penilaian akurat terhadap kemampuan militer, koordinasi antar unit, serta identifikasi dan perbaikan kekurangan secara cepat.
Jahanshahi juga menginstruksikan para komandan di semua tingkatan untuk memperkuat kemampuan tempur melalui perencanaan yang cermat, pengawasan berkelanjutan, dan tindak lanjut yang efektif.
Perintah kesiapan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan AS, menyusul berbulan-bulan perselisihan yang terus berlanjut terkait keamanan dan navigasi maritim di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.
Beberapa waktu terakhir, Presiden AS Donald Trump membahas soal kemungkinan operasi militer terbaru terhadap Iran, jika negara itu tidak bersedia menyepakati penyelesaian melalui negosiasi. Upaya diplomatik yang diupayakan Pakistan dan Qatar sebagai mediator, menghadapi kebuntuan.
(nvc/idh)





