Teuku Riefky Gandeng Tencent, Dorong Film dan Gim Indonesia Tembus Pasar Global

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Drama China atau yang populer disebut Dracin semakin mendapat tempat di kalangan penonton Indonesia. Popularitasnya tidak hanya terlihat dari banyaknya penggemar, tetapi juga dari kemampuan industri hiburan China membawa cerita dan karakter lokal menjangkau pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengaku turut menikmati tayangan tersebut. Namun, ketertarikannya terhadap Dracin juga memunculkan harapan agar karya kreatif Indonesia mampu meraih popularitas serupa di luar negeri.

“Saya juga suka nonton Dracin,” kata Teuku Riefky saat menghadiri pertemuan bilateral dengan perwakilan Tencent dalam rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Teuku Riefky, Indonesia memiliki kekayaan cerita, karakter, dan budaya yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif. Mulai dari film, serial, animasi, hingga gim, karya-karya tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjangkau audiens internasional apabila didukung pengembangan talenta dan strategi distribusi yang tepat.

“Saya ingin karya-karya Indonesia juga bisa mendunia seperti Dracin. Kita punya banyak cerita, karakter, dan kekayaan budaya yang bisa dikembangkan menjadi film, serial, animasi, gim, dan berbagai produk kreatif lainnya. Potensinya besar, tinggal bagaimana kita memperkuat talenta, mengembangkan kekayaan intelektual, dan membuka akses ke pasar global,” ujarnya.

Harapan tersebut menjadi salah satu latar belakang pertemuan Teuku Riefky dengan Tencent, perusahaan teknologi global yang bergerak di sejumlah bidang, termasuk gim, hiburan digital, distribusi konten, dan layanan komputasi awan.

Kehadiran produk hiburan Tencent di pasar Indonesia dapat dilihat melalui WeTV, platform streaming yang menyediakan berbagai tayangan, termasuk drama China. Sementara itu, PUBG menjadi salah satu contoh gim yang memiliki basis pemain di kalangan masyarakat Indonesia.

Teuku Riefky Bahas Peluang Kolaborasi dengan Tencent

Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Topik pembicaraan mencakup pengembangan talenta, penguatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), distribusi konten, serta pemanfaatan teknologi.

Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif Indonesia adalah memperluas jangkauan karya hingga ke pasar internasional. Cerita yang berangkat dari budaya lokal, misalnya, berpotensi dikembangkan menjadi serial, animasi, atau gim yang menarik perhatian audiens lintas negara.

Untuk mewujudkan peluang tersebut, pengembangan IP perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produksi dan strategi pemasaran serta distribusi. Dengan pendekatan yang tepat, sebuah cerita tidak hanya berhenti sebagai satu karya, tetapi juga dapat berkembang menjadi rangkaian produk kreatif dengan nilai ekonomi yang lebih luas.

Dalam pertemuan dengan Tencent, peluang kolaborasi turut mencakup peningkatan kapasitas kreator, pengembang gim, animator, dan pekerja film. Pengembangan karakter serta cerita Indonesia menjadi produk kreatif juga menjadi bagian dari potensi kerja sama yang dibahas.

Selain distribusi melalui platform hiburan digital dan ekosistem gim, pembicaraan mencakup potensi kerja sama di bidang e-sports, teknologi cloud, kecerdasan buatan (AI), serta penguatan dan perlindungan kekayaan intelektual.

Berbagai bidang tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Kekayaan Budaya Indonesia Berpeluang Menjadi Produk Global

Teuku Riefky menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, potensi budaya dan kreativitas nasional perlu didukung oleh ekosistem yang mampu menghubungkan kreator dengan teknologi, mitra industri, serta pasar yang lebih luas.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Tencent diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk menjajaki peluang tersebut. Dengan pengembangan talenta dan kekayaan intelektual yang berkelanjutan, cerita lokal Indonesia diharapkan mampu hadir dalam beragam format dan menjangkau penonton di berbagai negara.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal TKA SMA Sederajat: Gelombang Pertama 26-29 Oktober
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dua Anggota KKB Meninggal Saat Kontak Tembak di Nduga Papua
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Misteri Kelam Karakter Na Dae il Mengguncang Drama Korea Doctor X
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Puan Minta Pemerintah Jamin Keselamatan Petugas dan Relawan Karhutla
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Heboh! Pencari Gurita Temukan Mayat Wanita Muda di Pantai Krakal Gunungkidul
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.