Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti berbagai spekulasi yang muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Adi, ketidakhadiran sosok yang akrab disapa KDM itu memunculkan beragam tafsir politik di tengah menghangatnya pembahasan mengenai Pilpres 2029.
Baca Juga: Unggul Jauh dari Prabowo di Survei, Dedi Mulyadi Diingatkan Pengamat Soal 'Aturan Main' Ini
"Karena Gubernur KDM itu tidak hadir, banyak sekali isu-isu yang bermunculan. Apakah ini tanda-tanda bahwa persaingan menuju 2029 itu memang betul-betul nyata adanya?" ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Sabtu (24/10).
Ia menyinggung sejumlah survei politik yang menunjukkan tingginya tingkat popularitas dan elektabilitas Dedi Mulyadi, bahkan dalam beberapa simulasi namanya kerap diperbandingkan dengan Prabowo.
"Karena mengingat ada sejumlah survei yang mengungkapkan bahwa KDM Gubernur Jawa Barat ini kan punya bekal politik, punya popularitas, punya elektabilitas dan selalu dihadap-hadapkan dengan Pak Prabuwo Subianto," ujarnya.
Adi mengatakan, di media sosial muncul berbagai dugaan yang mengaitkan absennya Dedi dengan mulai terlihatnya rivalitas politik menuju Pilpres 2029.
"Ada yang ngomong di medsos dan menduga-duga jangan-jangan ini adalah babak baru yang menandai bahwa sebenarnya secara tidak langsung rivalitas dan persaingan politik menuju 2029 itu sudah mulai ditunjukkan kepada publik secara signifikan," katanya.
Meski demikian, Adi mengingatkan publik agar tidak mengabaikan fakta bahwa Dedi memiliki alasan lain yang berkaitan dengan tugas pemerintah daerah.
"Meski pada saat yang bersamaan kita juga tidak bisa loh menutup mata bahwa KDM itu tidak hadir karena beliau itu terjun langsung ke tempat kebakaran di sekitaran Gunung Ciremai," tegasnya.
Baca Juga: Elektabilitas Capai 69 Persen, Mengapa Posisi Dedi Mulyadi Belum Aman Menurut Pengamat?
Sebelumnya, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (23/10/2026), Dedi menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam Rakornas TPAKD yang digelar di JIExpo, Jakarta, disebabkan karena dirinya memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Menurut Dedi, penanganan karhutla tersebut menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan lingkungan dan masyarakat.





