BMKG Sebut Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan Modifikasi Cuaca Dry Ice

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

BMKG menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan dry ice secara masif.

BMKG Sebut Indonesia Jadi Negara Pertama yang Terapkan Modifikasi Cuaca Dry Ice. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan dry ice (es kering) secara masif dalam skala operasional.

Operasi ini dilakukan BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak lainnya dalam rangka mengurai kepekatan asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga:
Pemprov DKI dan BMKG Pancing Hujan di Jakarta, Upayakan Modifikasi Cuaca 

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa meski dasar riset terkait penggunaan dry ice sudah ada secara global, sebagian besar negara lain baru menggunakannya sebatas skala penelitian di laboratorium maupun uji coba terbatas.

"Teknik seperti ini memang tidak banyak digunakan di negara-negara lain, tapi sekali lagi, riset-riset itu ada, ya. Kita barangkali negara pertama di dunia yang melakukan operasi modifikasi cuaca dengan dry ice secara masif ya," kata Handoko dikutip Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga:
Asap Karhutla di Palembang Ganggu Penerbangan, BNPB Gelar Modifikasi Cuaca

Ia mencontohkan Thailand yang juga meneliti metode ini, namun sejauh ini penerapannya baru berada di tingkat riset. Sementara di banyak negara lain, pemanfaatan es kering untuk mengintervensi cuaca masih tertahan pada pengkajian teori di ruang-ruang seminar dan lokakarya (workshop). 

Berangkat dari kajian akademis dan diskusi ilmiah tersebut, BMKG merasa yakin untuk mengambil langkah berani dengan membawa teknologi ini langsung ke lapangan.

Baca Juga:
Pemerintah Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla, Begini Hasilnya

"Beberapa teman-teman di negara lain juga kebanyakan melakukan riset, ya, mengupas teori-teori begitu, lalu berdiskusi-diskusi di ruang-ruang seminar, ruang-ruang workshop. Nah, dari situ maka kita merasa cukup yakin, ya, teknologi ini bisa digunakan dan kita menerapkannya di Indonesia ini secara operasional," ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Tak Berubah, Buyback Hari Ini Rp2.335.000 per Gram
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Jadwal KM Sinabung Surabaya–Sorong, Simak Rute dan Waktu Tiba
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dudung Ungkap Kendala Bongkar TPPO Lintas Negara: Sulit Identifikasi Korban
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Santri 2026, Bamusi Luncurkan Majelis Mega Zikir di Masjid At-Taufiq
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Indonesia Perlu Bangun Kedaulatan Kecerdasan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Ekonomi dan Daya Saing Tenaga Kerja
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.