Jawab Tuntutan Investor Soal Transparansi dan Akuntabilitas, Ini yang Dilakukan IIF

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

IIF juga mendorong transformasi fungsi pelaporan menjadi platform pengambilan keputusan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data.

Jawab Tuntutan Investor Soal Transparansi dan Akuntabilitas, Ini yang Dilakukan IIF (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Faktor transparansi dan akuntabilitas berkelanjutan masih menjadi tantangan industri keuangan nasional dalam menjawab kebutuhan investor global.

Seperti halnya yang tengah ramai diperbincangkan di industri pasar modal terkait usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menggeser klasifikasi Indonesia ke klaster standalone market, hal senada juga dirasakan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Baca Juga:
Dukung Industri Pasar Modal, IIF Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp435,5 Miliar

"Sejalan dengan meningkatnya tuntutan investor global terhadap transparansi dan akuntabilitas keberlanjutan tersebut, kami sengaja mengadopsi  International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan IFRS S2, sebagai bentuk penyelarasan pelaporan IIF dengan standar internasional," ujar Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2026).

Dengan telah mengadopsi sistem pelaporan sesuai standar internasional tersebut, menurut Rizki, IIF juga sekaligus meningkatkan keyakinan di kalangan investor dan pemangku kepentingan, terhadap kualitas tata Kelola, serta pengelolaan risiko keberlanjutan dalam operasional Perseroan.

Baca Juga:
Kantongi Pembiayaan Baru Rp2,5 Triliun, IIF Bukukan Aset Total Rp15 Triliun

Tak sekadar menyesuaikan standar internasional, IIF juga mendorong transformasi fungsi pelaporan menjadi platform pengambilan keputusan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data. Melalui upaya tersebut, IIF berupaya memaksimalkan pelayanan kepada klien secara lebih efektif, termasuk dalam membantu mengoptimalkan proses evaluasi proyek di internal kinerja operasional klien.

Atas inisiatif tersebut, IIF juga telah mendapatkan pengakuan di level internasional lewat sejumlah penghargaan, termasuk dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026, serta CorporateTreasurer Awards 2026.

Baca Juga:
Raih Status Accredited Entity, IIF Incar Akses USD250 Juta untuk Pendanaan Green Infrastruktur

"Ini mencerminkan bagaimana inovasi, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG di IIF telah membantu klien menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih cepat, pengelolaan risiko iklim, hingga peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan berkelanjutan," ujar Rizki.

Menurut Rizki, pengakuan internasional bagi IIF tidak semata-mata seremoni penghargaan saja, melainkan alat validasi atas manfaat nyata dari inovasi operasional, layanan advisory, serta penguatan aspek ESG, yang bermuara pada kualitas layanan Perseroan terhadap klien. 
Misalnya saja program pendampingan untuk memperkuat praktik keberlanjutan dan pengelolaan risiko ESG dalam kegiatan bisnis dan investasi klien.

Komitmen tersebut, dijelaskan Rizki, didukung oleh penerapan Climate Risk Management yang telah terintegrasi ke dalam kerangka Enterprise Risk Management IIF, di mana sejak 2025, Policy Implementation Procedure (PIP) Climate Risk Management telah diterapkan pada proyek yang sedang berjalan maupun proyek dalam pipeline untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap risiko iklim fisik dan risiko transisi.

"IIF turut memperkuat kapasitas klien melalui berbagai program knowledge sharing dan capacity building. Salah satunya adalah pelatihan pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang diselenggarakan untuk membantu klien memahami metodologi penghitungan emisi dan meningkatkan kesiapan dalam memenuhi tuntutan pelaporan keberlanjutan yang terus berkembang," ujar Rizki.

Dengan mengombinasikan pembiayaan, advisory, dan inovasi berbasis data, IIF akan terus mendukung pengembang proyek, BUMN, dan pelaku usaha dalam mewujudkan proyek infrastruktur yang lebih bankable, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesut, Lumba-lumba Air Tawar yang Menyusut
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Kata Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3 Australia 2026: Saya Sungguh Senang
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Berbahaya
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Moto3 Australia 2026: Veda Ega Berburu Poin di Phillip Island
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Ombudsman: Karakteristik masalah distribusi BBM berbeda antardaerah
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.