Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi merilis peringatan "potensi bahaya" untuk empat provinsi di bagian barat wilayahnya, termasuk kota suci Mekkah, pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Alasan di balik peringatan bahaya itu tidak diungkap ke publik.
Peringatan bahaya itu, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026), juga mencakup Jeddah yang merupakan kota besar di tepi Laut Merah, kemudian Taif, dan pusat industri minyak pesisir Yanbu. Peringatan bahaya itu telah dicabut beberapa menit setelah dirilis.
Peringatan bahaya itu menginstruksikan warga setempat untuk "segera menuju ke tempat aman terdekat".
Selain itu, otoritas pertahanan sipil Saudi juga menyampaikan peringatan hukum agar tidak menyebarkan gambar atau informasi yang berkaitan dengan upaya "menangkal rudal dan drone".
Peringatan bahaya ini dirilis saat Saudi berulang kali diserang oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung oleh Iran, beberapa waktu terakhir.
Houthi menargetkan infrastruktur minyak dan bandara sipil di wilayah Saudi dalam rentetan serangan melibatkan rudal dan drone. Salah satu serangan Houthi yang paling mematikan melanda bandara di Riyadh pada awal bulan ini, yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
(nvc/idh)





