Kesadaran terhadap kondisi payudara menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam edukasi kesehatan kanker payudara.
IDXChannel—Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh perempuan. Masalahnya, perubahan pada payudara terkadang tidak disadari atau justru diabaikan karena dianggap sebagai kondisi biasa.
Padahal, mengenali perubahan sejak dini dan segera memeriksakannya ke dokter dapat membantu seseorang memperoleh evaluasi serta penanganan yang sesuai.
Kesadaran terhadap kondisi payudara menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam edukasi kesehatan kanker payudara.
Perempuan perlu memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya, termasuk ketika muncul benjolan, perubahan bentuk payudara, atau kelainan pada kulit dan puting. Meski begitu, tidak semua benjolan atau perubahan pada payudara menandakan kanker.
Sejumlah kondisi jinak juga dapat menimbulkan keluhan serupa. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya agar tak sembarangan membuat kesimpulan.
Berikut beberapa perubahan yang perlu diwaspadai para perempuan:
- Munculnya benjolan baru pada payudara atau area ketiak. Benjolan tersebut bisa disertai perubahan ukuran maupun bentuk payudara yang tidak biasa
- Kulit payudara tampak berlesung atau menyerupai kulit jeruk. Perubahan seperti kemerahan yang menetap, puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam, serta keluarnya cairan dari puting yang tidak biasa, terutama jika bercampur darah merupakan hal yang patut dicurigai
- Rasa nyeri. Munculnya rasa nyeri memang tak selalu menunjukkan kanker. Namun hal yang penting adalah memperhatikan keluhan baru, perubahan yang menetap, atau kondisi yang berbeda dari biasanya
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan menunggu sampai keluhan semakin parah untuk berkonsultasi dengan dokter. Mengenali kondisi payudara sendiri merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan tubuh.
Perempuan dapat memperhatikan bentuk, ukuran, dan kondisi kulit payudara, serta segera mencari pertolongan medis jika menemukan sesuatu yang tidak biasa.
Namun, pemeriksaan mandiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis ataupun skrining kanker payudara. Seseorang juga tidak perlu menunggu munculnya gejala untuk memutuskan menjalani skrining dengan tenaga kesehatan.
Pasalnya, tidak semua kanker payudara menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal. Sebaliknya, benjolan yang terasa sakit juga tidak otomatis berarti kanker.
Dokter Onkologi Siloam Hospitals Surabaya Prof. Dr. dr. Ami Ashariati, SpPD, Subsp. HOM (K), dalam rangkaian Pinktober 2026, mengingatkan akan pentingnya deteksi dini dan keberanian untuk memeriksakan diri ketika menemukan tanda yang mencurigakan.
Menurutnya, perempuan perlu lebih mengenali kondisi payudaranya dan tidak membiarkan rasa takut atau kekhawatiran menghalangi langkah untuk mencari pertolongan medis.
Pemeriksaan lebih awal membantu tenaga medis mengevaluasi keluhan dan menentukan langkah berikutnya. Jika ditemukan kanker, penanganan dapat direncanakan berdasarkan jenis dan stadium penyakit serta kondisi masing-masing pasien.
Selain pemeriksaan medis, dukungan keluarga dan lingkungan juga penting bagi pasien yang menjalani pengobatan. Pendampingan emosional dapat membantu pasien menghadapi proses pemeriksaan maupun perawatan yang mungkin berlangsung panjang.
Intinya, jangan mengabaikan perubahan yang tidak biasa dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.
(Nadya Kurnia)





